Ia salah satu pejuang Mataram yang memiliki 6 anak perempuan dan 1 anak laki-laki.
Warga di sini masih mempertahankan nilai-nilai agama Hindu dan bergaya hidup tradisional.
3. Kampung Adat Dukuh Dalam
Kampung Adat Dukuh lokasinya sangat terpencil yaitu di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Garut.
Akses ke sini masih sulit. Belum ada listrik dan penduduknya tidak mengenal barang elektronik.
Semua bangunan di sini terbuat dari kayu. Ada larangan memakai kaca, tembok dan genteng.
Rumahnya berjumlah 36 berukuran sama. Hanya satu rumah sedikit lebih besar milik juru kunci kampung adat.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Garut, Mulai dari Waterpark, Situ Bagendit, Pantai, sampai Curug
4. Kampung Urug
Kampung Urug berada di Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Masyarakat di sini percaya mereka keturunan Prabu Siliwangi.
Rumah di Kampung Urug semuanya model rumah tradisional berpanggung dengan tiga bagian ruangan.
Baca Juga: Berpetualang Seharian, Intip Harga Tiket Safari Bogor untuk Domestik dan Internasional
Konstruksi sambungan kayunya sama dengan sejumlah bangunan peninggalan Kerajaan Pajajaran di Cirebon.
Setiap 10 Muharam warga Kampung Urug memiliki tradisi Upacara Seren Taun.
Tradisi ini merupakan ucapan syukur atas panen yang melimpah.
Artikel Terkait
Wisata ke Kampung Tugu, Kampungnya Masyarakat Keturunan Portugis yang Sudah Berumur 200 Tahun
Wisata ke Kampung Di Atas Awan Wae Rebo, Desa Adat yang Tak Tergoyahkan Dengan Modernisasi
Kampung Heritage Kayutangan, Hadirkan Suasana Tempo Dulu di Kawasan Kampung Tua di Malang
4 Kampung Tertua di Flores, Tidak Terkikis Perubahan Zaman Meskipun Telah Berumur 1.200 Tahun
Walking Tour di Kampung Kauman, Yogyakarta, Kampung Bersejarah Tempat Kyai Ahmad Dahlan