Alasan Mengapa Kamu Harus Hiking di Gunung Rinjani via Torean

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 3 September 2024 | 14:00 WIB
Jalur pendakian via Torean di Gunung Rinjani Lombok yang mirip di Jurassic Park. (Instagram/@lomboktourism.id)
Jalur pendakian via Torean di Gunung Rinjani Lombok yang mirip di Jurassic Park. (Instagram/@lomboktourism.id)

Kabar BUMNGunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter, adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang menawarkan petualangan mendaki yang menantang sekaligus mempesona.

Salah satu jalur pendakian yang mulai mendapatkan perhatian dari para pendaki adalah Jalur Torean.

Jalur ini menawarkan pengalaman mendaki yang unik dan berbeda dibandingkan dengan jalur-jalur lain yang lebih populer seperti Senaru atau Sembalun.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus mencoba hiking di Rinjani via Torean.

Baca Juga: 5 Tingkat Kesulitan Pendakian Gunung di Indonesia, Paling Sulit Perlu Waktu Pendakian Hingga Berhari-hari

1. Pemandangan Alam yang Beragam dan Menakjubkan

Jalur Torean dikenal dengan keindahan alamnya yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis, lembah hijau, hingga air terjun yang memukau.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan tebing-tebing tinggi dan sungai-sungai yang jernih.

Di beberapa titik, kamu bahkan bisa melihat langsung ke dalam kawah Segara Anak yang memukau, menjadikan perjalanan ini sangat layak untuk diabadikan.

Baca Juga: Jelajah Alam dan Menengok Sekeping Sejarah Masa Lalu di Gunung Puntang, Bandung

2. Jalur yang Lebih Tenang dan Kurang Padat

Jika kamu mencari pengalaman mendaki yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai, jalur Torean adalah pilihan yang tepat.

Dibandingkan dengan jalur Senaru atau Sembalun yang sering kali padat, jalur Torean lebih sepi, memberikan kesempatan untuk menikmati alam dengan lebih damai.

Hal ini membuat perjalanan terasa lebih intim dan personal, terutama bagi mereka yang ingin menikmati kedamaian alam pegunungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini