Alasan Mengapa Kamu Harus Hiking di Gunung Rinjani via Torean

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 3 September 2024 | 14:00 WIB
Jalur pendakian via Torean di Gunung Rinjani Lombok yang mirip di Jurassic Park. (Instagram/@lomboktourism.id)
Jalur pendakian via Torean di Gunung Rinjani Lombok yang mirip di Jurassic Park. (Instagram/@lomboktourism.id)

Baca Juga: Tips Camping di Gunung Bagi Pemula, Ketahui Persiapan dan Segala Risikonya

3. Spot Fotografi yang Luar Biasa

Bagi para pecinta fotografi, jalur Torean menawarkan banyak spot foto yang luar biasa.

Pemandangan lembah yang dalam, air terjun yang megah, dan pemandangan langsung ke Danau Segara Anak adalah beberapa dari banyak momen yang bisa diabadikan.

Cahaya matahari yang menyinari lembah dan hutan menciptakan suasana yang dramatis, sangat cocok untuk menghasilkan foto-foto yang menakjubkan.

Baca Juga: Merayakan Hari Kemerdekaan di Puncak-puncak Tertinggi di Indonesia: 7 Gunung Favorit Para Pendaki untuk Kibarkan Bendera Merah Putih saat 17 Agustus

Jalur pendakian Torean di Gunung Rinjani Lombok yang disebut mirip Jurassic Park. (Instagram/@anggeeyaa_)

4. Pendakian yang Menantang dan Memuaskan

Jalur Torean dikenal sebagai salah satu jalur yang cukup menantang, dengan trek yang variatif dan membutuhkan stamina yang baik.

Namun, tantangan inilah yang membuat pendakian via Torean menjadi pengalaman yang memuaskan.

Setiap langkah terasa berharga ketika kamu mencapai titik-titik pemandangan yang mengagumkan.

Jalur ini juga memungkinkan pendaki untuk melihat dan merasakan keragaman ekosistem yang berbeda dari jalur-jalur lainnya.

Baca Juga: Ramah Pendaki Pemula, 5 Gunung Rendah di Indonesia yang Bisa Jadi Alternatif Tempat Merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI

5. Pengalaman Budaya yang Autentik

Selain keindahan alamnya, jalur Torean juga memberikan kesempatan untuk merasakan kehidupan masyarakat lokal yang masih sangat terjaga tradisinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini