Beragam Tradisi Maulid Nabi Muhammad di Indonesia: Merayakan Kelahiran Nabi dengan Keunikan Lokal

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 9 September 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi - Ragam tradisi menyambut Maulid Nabi Muhammad di berbagai daerah di Indonesia. (Freepik/starline)
Ilustrasi - Ragam tradisi menyambut Maulid Nabi Muhammad di berbagai daerah di Indonesia. (Freepik/starline)

Kabar BUMN - Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad, merupakan momen istimewa yang dirayakan umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di negeri dengan keragaman budaya dan tradisi yang kaya ini, setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam merayakan Maulid Nabi.

Ritual dan upacara yang dilaksanakan tidak hanya sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad, tetapi juga mencerminkan warisan budaya yang sudah turun temurun.

Berikut adalah beberapa tradisi Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia yang unik dan penuh makna:

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2024 Sebentar Lagi, Bagikan Ucapan atau Caption Ini di Media Sosial

1. Grebeg Maulud - Yogyakarta

Tradisi Grebeg Maulud di Yogyakarta sudah berlangsung sejak zaman Kesultanan Mataram dan masih dipertahankan hingga kini.

Dalam perayaan ini, Keraton Yogyakarta menggelar prosesi besar-besaran dengan membawa gunungan, yaitu tumpukan makanan berupa hasil bumi seperti sayuran, buah, dan kue, yang diarak dari Keraton menuju Masjid Gede Kauman.

Gunungan ini kemudian diperebutkan oleh masyarakat karena dipercaya membawa berkah.

Grebeg Maulud menggambarkan perpaduan antara tradisi Islam dan budaya Jawa yang masih hidup dan dihormati oleh masyarakat.

Baca Juga: Download Gratis Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2024, Ini Link-nya

2. Sekaten - Solo dan Yogyakarta

Selain Grebeg Maulud, Sekaten juga merupakan tradisi perayaan Maulid Nabi yang diadakan di Keraton Solo dan Yogyakarta.

Acara ini biasanya berlangsung selama seminggu, dimulai dengan tabuhan gamelan Sekaten yang dipercaya dapat mendatangkan berkah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini