Dalam bahasa Minang, bungo artinya bunga dan lado artinya lada atau cabai.
Di perayaan ini masyarakat membuat pohon dengan hiasan uang kertas.
Mulai dari pecahan Rp1.000-Rp100.000, tergantung dari hasil yang didapat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Religi di Kediri untuk Mengisi Libur Maulid Nabi
Uang ini hasil sumbangan masyarakat dan digunakan untuk kepentingan majid.
Setelah itu bungo lado diarak kekeliling kampung dan dipasang di masjid.
Biasanya masyarakat akan berkumpul di masjid dan menikmati menu Jamba yang dimasak bersama-sama.
Baca Juga: Unik! 5 Masjid di Indonesia yang Kental Dengan Budaya Lokal
5. Walima
Tradisi Walima dilakukan masyarakat Gorontalo.
Diperkirakan tradisi ini ada sejak abad 17 bertepatan dengan munculnya kerajaan Islam di sini.
Tradisi iawali dengan dikili atau dzikir lisan di sejumlah masjid.
Baca Juga: Beribadah di 5 Masjid Terbesar dan Termegah di Indonesia
Setelah itu warga membuat beragam makanan tradisional, seperti kolombengi, curuti, wapili dan pisangi.
Makanan disusun dalam usungan kayu yang bentuknya mirip perahu dan diarak menuju masjid.
Setiap warga berusaha membuat usungan paling menarik.
Prosesi arak-arakan ini jadi atraksi menarik yang paling ditunggu.***
Artikel Terkait
Kuliner Khas Mojokerto, Beberapa Dipercaya Sudah Muncul Sejak Zaman Kerajaan Majapahit
4 Tempat Wisata Alam di Kawasan Gunung Kerinci, Dapat Dicapai dengan Mudah
7 Kuliner Khas Australia, Kurang Populer Bila Dibandingkan dengan Kota dan Destinasi Wisata di Sana
Menjelajahi Keindahan Pulau Weh, dari Pantai, Air Terjun, hingga Gua
5 Langkah Menjadi Turis yang Peduli Lingkungan, Karena Kelestarian Alam Harus Diterapkan di Mana Saja
Ragam Oleh-oleh yang Wajib Dibawa Pulang dari Aceh, dari Kopi Gayo hingga Manisan Pala