4 Toko Buku Terkenal di Dunia, Salah Satunya Dinobatkan Sebagai Landmark Kota

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 16 September 2024 | 13:00 WIB
Interior cantik toko buku Livraria Lello berada di 144 Rua das Carmelias, Porto, Portugal. (localporto.com)
Interior cantik toko buku Livraria Lello berada di 144 Rua das Carmelias, Porto, Portugal. (localporto.com)

Baca Juga: 5 Lima Negara Terkecil di Dunia, Beberapa di Antaranya Berada di Dalam Kota Negara Lainnya

Koleksi bukunya sangat lengkap, terutama buku yang berhubungan dengan desain dan arsitektur.

Livraria Lello memiliki interior yang cantik layaknya sebuah istana.

Terdapat tangga di tengah ruangan yang ikonik dan sering jadi tempat berswafoto.

Begitu populernya toko buku ini, orang yang datang untuk berfoto dikenai tarif masuk.

Baca Juga: 5 Stasiun Kereta Paling Cantik di Dunia, Keindahan Interiornya Melebihi Istana

3. City Light
Toko buku di San Francisco ini jadi simbol dari Beat Generation (generasi penulis Amerika tahun 50an).

Di sini tempat kumpulnya penulis terkenal Allen Ginsberg, Jack Keroauc, Gary Snyder, dan banyak lagi.

Toko buku City Light berdiri tahun 1953, namanya terinspirasi film Charlie Chaplin City Light.

Baca Juga: 6 Jalan Paling Favorit dan Jadi Target Kunjungan Turis di Seluruh Dunia, Salah Satunya Ada di Asia Tenggara

Ini toko buku pertama di Amerika yang menjual buku versi paperbook.

Pada tahun tersebut semua buku masih model hardcover.

Sejak tahun 2001, Pemda San Fransisco menobatkan toko buku sebagai salah satu landmark bersejarah.

Baca Juga: Bangunan Ikonik dan Terkenal di Dunia ini Ternyata Belum atau Tidak Pernah Selesai Pembangunannya

4. El Ateneo Grand Splendid
Buenos Aires dijuluki ibukota dunia toko buku karena punya toko buku terbanyak dibandingkan kota lain di dunia.

Salah satunya El Ateneo Grand Splendid, toko buku terkenal di Buenos Aires, Argentina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: lithub.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini