Wisata Durian yang Menyenangkan, Perburuannya Berdasarkan Penciuman yang Tajam

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 20 September 2024 | 08:30 WIB
Berburu durian di Desa Sangkanwangi, Leuwidamar, Lebak, Banten.   (jadesta.kemenparekraf.go.id)
Berburu durian di Desa Sangkanwangi, Leuwidamar, Lebak, Banten. (jadesta.kemenparekraf.go.id)

3. Desa Wisata Duren Sari Sawahan
Desa Wisata Duren Sari Sawahan berlokasi di Sawahan, Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Tempat ini baru dibuka pada tahun 2018 dan sudah jadi favorit pecinta durian.

Desa ini tidak hanya menyediakan durian yang bisa dipetik dari pohonnya, tapi juga beragam olahan durian.

Seperti wingko durian, es krim durian, dan pancake durian.

Baca Juga: Lewat Program Desa BRIlian, BRI Angkat Potensi Ekonomi ‘Kampung Durian’

4. Desa Sangkanwangi
Penduduk desa Sangkanwangi, Leuwidamar, Lebak, Banten, dikenal sebagai petani durian.

Meskipun tidak ada tempat khusus, tapi kalau datang ke desa ini bisa mendatangi langsung petani dan membeli dari mereka.

Kalau musim panen bisa meminta diambilkan langsung dari pohon.

Durian dengan kualitas nomor 1-nya dinamai Sangkanwangi 1. Rasanya manis, legit, dan beratnya mencapai 3 kilogram.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Durian, Bisa Langsung Petik, Pilih Sendiri, dan Berpesta!

5. Kampung Durian Mantenan
Masyarakat sekitar Magelang akrab dengan nama Kampung Durian Manten.

Lokasinya di Dusun Mantenan, Kecamatan Candimulyo, Magelang.

Dusun ini dinobatkan sebagai kampung durian karena ada sekitar 150 petani durian di sini.

Baca Juga: Pesta Durian di Warso Farm Bogor, Banyak Pilihannya, Besar, dan Murah

Sekali panen bisa menghasilkan 5.000-15.000 buah durian.

Durian dari Mantenan ukurannya besar, tebal, dan dagingnya berwarna putih kekuningan.

Rasanya antara manis dengan sedikit rasa susu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini