Jalan-jalan ke Nagari Pariangan, Desa Asal Nenek Moyang Orang Minang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 27 September 2024 | 15:30 WIB
Rumah-rumah dan lingkungan di desa tradisional Nagari Pariangan, Tanah Datar, Sumatra Barat. (Wikipedia/Adhmi)
Rumah-rumah dan lingkungan di desa tradisional Nagari Pariangan, Tanah Datar, Sumatra Barat. (Wikipedia/Adhmi)

Atapnya model rucing atau atap gonjong dan sebagian rumahnya dihiasi motif-motif khas Minang.

Baca Juga: Mirip Desa Konoha, Lembah Harau di Sumatra Barat Punya Banyak Pesona Luar Biasa yang Menarik untuk Dieksplor

Terasering Pariangan di kaki Gunung Marapi, Sumatra Barat ini sering disamakan dengan Terasering Jatiwuluh. (rexnewsplus.com)

Nenek moyang orang Minangkabau
Desa Nagari Pariangan dipercaya tempat turunnya nenek moyang orang Minangkabau.

Dari cerita yang disampaikan turun temurun, dikisahkan tentang Raja Iskandar Zulkarnain dari Macedonia.

Diyakini ia merupakan nenek moyang masyarakat Minangkabau.

Baca Juga: Telisik Kehidupan Masyarakat Minangkabau di Nagari Saribu Rumah Gadang dengan Keragaman Rumah Tradisionalnya

Awalnya, Raja Iskandar Zulkarnain melakukan ekspansi dan berlayar ke daratan Cina.

Karena tidak cocok, ia melanjutkan pelayaran ke Maharajadiraja dan mendarat di Gunung Marapi.

Setelah itu, ia membuka lahan di Padang Panjang Pariangan.

Desa ini juga dianggap sebagai desa pertanian paling tua di Minangkabau.

Baca Juga: Alahan Panjang, Kota Dingin di Sumatra Barat dengan Vibe Seperti di Swiss

Peninggalan bersejarah
Selain suasana desa tradisional, penunjung bisa mempelajari peninggalan bersejarah.

Seperti Batu Lantak Tigo yang merupakan prasasti peninggalan Raja Adityawarman.

Ada pula Kuburan Panjang Datuk Tantejo Gurhano, leluhur masyarakat Minang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: jadesta.kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini