5 Desa Megalitikum di Indonesia, Budaya dan Kepercayaan Nenek Moyang Masih Kuat Dipegang di Sini

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 27 Juni 2024 | 07:00 WIB
Kampung atau Huta Siallagan di Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (kostisolo.co.id)
Kampung atau Huta Siallagan di Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (kostisolo.co.id)

Kabar BUMN - Di antara banyaknya desa di Indonesia, terdapat sejumlah desa megalitikum.

Desa megalitikum masih mempertahankan peninggalan dari zaman batu besar tersebut.

Zaman megalitikum ini terjadi antara 3500-1000 SM.

Baca Juga: 6 Desa Wisata Binaan Program TJSL PLN Diminati Pengunjung Ajang Vakantiebeurs 2024 di Belanda

Ini zaman di mana masyarakatnya masih menggunakan peralatan dari batu besar.

Masyarakat desa wisata megalitikum masih menganut budaya megalitikum.

Atau agama lama yang memuja roh leluhur.

Berikut desa megalitikum di Indonesia yang masih bertahan hingga sekarang.

Baca Juga: 4 Desa Wisata Religi di Indonesia, ke Sini Jadi Kesempatan Liburan Sekalian Beribadah Atau Sebaliknya

1. Desa Kamal
Desa megalitikum ini berada di Jember, Jawa Timur.

Di sini masih tersisa peninggalan megalitikum seperti batu kenong, tugu batu dan menhir.

Batu kenong diperkirakan dibuat pada 4 Masehi dan lambang persembahan pada arwah nenek moyang.

Baca Juga: 8 Tempat Wisata Religi di Jawa Timur, Cocok untuk Beribadah dan Mencari Ketenangan

Di desa ini juga ada Situs Klanceng yang menyimpan sejumlah batu menhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini