Fakta Tentang Puncak, Bogor, yang Sejak Zaman Belanda Sudah Memikat Orang untuk Liburan ke Sana

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 22:00 WIB
Perkebunan teh di Puncak, Bogor. (sakata.id)
Perkebunan teh di Puncak, Bogor. (sakata.id)

Gubernur Hindia Belanda ini merencanakan proyek pembukaan jalan dari Anyer hingga Panarukan.

Jalan Raya Puncak jadi jalan raya utama untuk sarana transportasi, logistik, dan pengiriman surat.

Baca Juga: Sensasi Menelusuri Hutan Menyala yang Magis, Wisata Malam di Puncak Bogor Ini Wajib Masuk Bucket List

Pembangunannya termasuk sulit karena harus meratakan lahan di sekitarnya dan membutuhkan hingga 400 pekerja.

Pembangunan jalan menghabiskan waktu setahun, dari Mei 1808 sampai September 1809.

Baru tahun 1971, pemerintah membangun Jalan Raya Puncak yang menghubungkan Jakarta dan Bogor.

Baca Juga: Berpetualang Seharian, Intip Harga Tiket Safari Bogor untuk Domestik dan Internasional

3. Ada Villa Soekarno
Sejak berdirinya perkebunan teh, tuan kebun dan pejabat Belanda menjadikan puncak tempat beristirahat.

Dibangun sejumlah rumah perisitrahatan dekat perkebunan teh.

Sejak saat itu pula Puncak identik dengan tempat beristirahat dan villa.

Baca Juga: Cepat Dibooking! Ini Rekomendasi Villa Murah di Kawasan Puncak untuk Liburan Akhir Tahun

Puncak juga jadi tempat liburan favorit Presiden Soekarno.

Presiden Soekarno memiliki villa di Puncak dengan nama Riung Gunung Coffee House.

Di tahun 1960-an ini merupakan villa elit. Sayangnya sekarang villa ini sudah terbengkalai.

Baca Juga: Cimory Dairyland Prigen, Rekomendasi Destinasi Wisata untuk Habiskan Libur Weekend Bersama Keluarga

4. Banyak tempat wisata
Setelah menjadi tempat liburan favorit, tidak hanya villa, di sekeliling Puncak juga dibangun tempat wisata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini