Kabar BUMN - Gunung Sindoro, gunung berapi aktif yang menjulang setinggi 3.155 mdpl, terletak di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah.
Selain dikenal sebagai gunung kembar bersama Gunung Sumbing, Sindoro juga menyimpan sejarah yang mengerikan.
Letusannya pada masa lalu bahkan dikabarkan pernah menghilangkan sebuah kota, menjadikannya salah satu gunung dengan cerita misterius di tanah Jawa.
Baca Juga: Persiapan Mendaki Gunung alias Muncak untuk Pertama Kali, Ini Hal yang Harus Kamu Perhatikan
Letusan Sindoro Kubur Sebuah Pemukiman
Sejak menjadi gunung api aktif, Sindoro tercatat memiliki sejumlah aktivitas letusan, mulai dari letusan kecil hingga besar.
Letusan yang terjadi pada tahun 1818 menandai awal aktivitasnya yang tercatat, dan fenomena ini kembali terjadi pada tahun 1882 dan 1903.
Baca Juga: Fakta Tentang Gunung Fuji, yang Pemandangannya Kini Kembali Ditutupi Pemerintah Jepang
Namun, yang paling mengerikan adalah letusan yang menimbulkan bencana besar, sehingga meninggalkan jejak sejarah yang mendalam.
Situs Liyangan, yang ditemukan di Dusun Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, dianggap sebagai kompleks permukiman yang terkubur akibat letusan Gunung Sindoro.
Penemuan ini menandakan betapa kuatnya dampak yang ditimbulkan oleh erupsi tersebut. Menurut hasil penelitian, material vulkanik dari gunung ini menjadi penyebab utama hilangnya jejak peradaban kuno.
Baca Juga: Pantai Porok, Destinasi Menawan ala Private Beach di Gunung Kidul dengan Akses yang Menantang
Pesona Alam Gunung Sindoro
Meski memiliki sejarah letusan yang menakutkan, Gunung Sindoro tetap menyimpan keindahan alam yang menawan. P
Artikel Terkait
Ngadem With View Gunung Sindoro di Kebun Teh Sikatok, Tempat Wisata di Wonosobo yang Cocok untuk Healing
Serasa di Swiss, Sigandul View Temanggung Sajikan Panorama Gunung Sindoro dan Sumbing
Berburu Milky Way di Taman Posong, Tempat Wisata di Kaki Gunung Sindoro dan Sumbing yang Punya Pesona Memukau
Kolam Renang Terindah Se-Jawa Tengah, Pemandangannya Menghadap Langsung ke Gunung Sindoro Sumbing