Koleksinya meliputi bendera resmi Aceh, perisai pedang, selendang dan banyak lain.
Paling tidak ada sekitar 140 buah barang.
Semua dikumpulkan dari pedagang, ahli antropologi, dan penjelajah yang dulu pernah bertandang ke Aceh.
Baca Juga: Tips Hemat Budget Saat Liburan ke Eropa: 10 Hal yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Pengeluaran
2. Museum fur Volkerkunde
Museum etnologi ini berlokasi di Hamburg, Jerman.
Didirikan tahun 1879, ini museum etnologi yang punya banyak koleksi antropologi dari berbagai dunia.
Koleksi yang berhubungan dengan Indonesia juga cukup banyak, misalnya sejumlah alat musik gamelan Jawa.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Bersama Perusahaan Jerman Kembangkan Green Hydrogen dan Green Ammonia di Kawasan PIM
Selain memamerkan gamelan juga disampaikan penjelasan tentang sejarah dan cara penggunaannya.
Museum ini pernah mengadakan festival gamelan di Hamburg.
Pelaksanaan festival itu dalam rangka merayakan hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman.
3. Tropen Museum
Tropen Museum merupakan museum antropologi yang berlokasi di Amsterdam, Belanda.
Saat menjajah Indonesia, selain kekayaan alam Indonesia, Belanda juga mengambil warisan lainnya.
Salah satunya barang-barang antropologi dan artefak dari seluruh wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
10 Museum Instagramable di Surabaya, Rekomendasi Wisata Edukasi Populer untuk Semua Kalangan
Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, Saksi Sejarah Perjuangan Diplomatik Pertama Indonesia Setelah Memproklamirkan Kemerdekaannya
Museum Timah Indonesia Pangkalpinang, Sarana Edukasi Sejarah dan Kekayaan Alam Bangka Belitung
Tidak Tergoda? Setelah Direvitalisasi, Tampilan Baru Museum Nasional Indonesia Lebih Tertata dan Interaktif
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta: Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk
Jelajahi Warisan Budaya Karo di Museum Pusaka Karo, Berastagi