4 Kuliner Gorontalo yang Tidak Kalah Lezat dari Daerah Tetangganya, Masih Didominasi Rasa Pedas dan Ikan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 27 November 2024 | 13:00 WIB
Sering disebut juga dengan belah rica, biletango berbahan dasar ikan kerapu, tude, atau mujair.  (dimensiindonesia.com)
Sering disebut juga dengan belah rica, biletango berbahan dasar ikan kerapu, tude, atau mujair. (dimensiindonesia.com)

Kabar BUMN - Meskipun secara geografis berdekatan, kuliner Gorontalo masih kalah populer dari masakan Manado.

Ini pengaruh kurangnya promosi tentang kuliner Gorontalo yang sejatinya punya karakter rasa yang sama dengan Manado.

Sedikit bedanya, kuliner Gorontalo banyak didominasi menu ikan karena lokasinya yang di pinggir laut.

Kuliner daerah ini juga banyak dipengaruhi cita rasa Arab dan Tionghoa yang datang ke Gorontalo ratusan tahun lalu.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Gorontalo, Surganya Wisata Bahari yang Mengagumkan

1. Bilentango
Sering disebut juga dengan belah rica, kuliner ini berbahan dasar ikan kerapu, tude, atau mujair.

Cara memasaknya cukup unik karena ikan setengah digoreng dan setengah dibakar.

Penggorengannya sengaja dialasi dengan daun pisang sehingga menghasilkan aroma khusus.

Rasanya pedas karena berbumbu cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, tomat, dan kemiri.

Baca Juga: 4 Pantai yang Sedang Giat Dipromosikan di Gorontalo, Keindahannya Tidak Kalah dari Maladewa

2. Sate Tuna
Gorontalo penghasil tuna terbaik, salah satu olahan tuna terkenalnya adalah sate tuna.

Rasanya pedas manis karena tunannya direndam dalam bumbu garam dan minyak kelapa.

Ketika dibakar dilumuri lagi bumbu rica yang terbuat dari jeruk nipis, cabai rawit, dan bawang merah.

Satu tusuk terdiri atas empat potongan ikan besar dan gemuk. Dimakan dengan sambal dabu-dabu.

Baca Juga: Kabar Baik! DAMRI Buka Kembali Rute Palu-Gorontalo, Nikmati Kemudahan Perjalanan AKAP!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini