Gereja Notre Dame Paris Kembali Dibuka Setelah 5 Tahun Ditutup. Ini Fakta-fakta Dibaliknya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 10 Desember 2024 | 15:30 WIB
Setelah lima tahun ditutup, per 8 Desember 2024, Gereja Notre Dame di Paris kembali dibuka untuk umum. (Pexels/Vlada Karpovich)
Setelah lima tahun ditutup, per 8 Desember 2024, Gereja Notre Dame di Paris kembali dibuka untuk umum. (Pexels/Vlada Karpovich)

Kabar BUMN - Setelah lima tahun ditutup, per 8 Desember 2024, Gereja Notre Dame Paris kembali dibuka untuk umum.

Tahun 2019 silam, Gereja Notre Dame Paris justru alami kebakaran besar yang menghancurkan sebagian besar bangunannya.

Selain tempat ibadah, Gereja Notre Dame Paris ini juga merupakan tempat wisata dan landmark kota Paris.

Berikut sejumlah fakta-fakta menarik tentang gereja kebanggaan masyarakat Prancis ini.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Wisata Gratis di Paris yang Jadi Kebanggaan Pemerintah dan Warganya

Arsitektur Gothic terbaik
Gereja Notre Dame Paris merupakan salah satu gereja katolik abad pertengahan yang didirikan tahun 1163- 1260.

Berlokasi dekat Sungai Reine, gereja ini didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria.

Gereja Notre Dame Paris dipercaya sebagai salah satu gereja bergaya gothic yang paling cantik di dunia.

Gereja katedral ini dilengkapi dengan tiga organ pipa dan satu bel gereja yang sangat besar.

Baca Juga: 6 Kuliner Wajib Dinikmati di Paris, Rata-rata Sudah Mendunia

Berdiri di pondasi kota pagan
Gereja Notre Dame Paris dibangun di atas sisa bangunan paganism atau tempat pemujaan berhala.

Lokasi gereja ini sekarang dulunya merupakan kota Lutetia yang ada di bawah kekuasaan Gallo-Roman.

Setelah kota hancur, sempat dibangun gereja kecil bergaya Romawi.

Gereja ini dihancurkan, lalu di atasnya dibangun konstruksi Gereja Notre Dame Paris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: france24.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini