Perbauran Budaya Hindu, Buddha, Jawa, dan Eropa di Candi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Yogyakarta

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 18 Desember 2024 | 18:40 WIB
Bangunan candi terletak di bagian belakang Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus. (akurat.co)
Bangunan candi terletak di bagian belakang Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus. (akurat.co)

Kabar BUMN - Selain candi warisan agama Hindu dan Buddha, di Yogyakarta juga ada Candi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus.

Candi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus ini merupakan tempat ibadah umat Katolik.

Tetapi karena arsitektur uniknya, Candi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus juga menjadi tujuan wisata.

Lokasinya di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Ganjuran, Bantul, Yogyakarta.

Baca Juga: Optimalkan Momen Perayaan Natal Dengan Wisata Rohani ke Yogyakarta, Ini Lokasi yang Direkomendasikan

Bentuk ucapan syukur
Keberadaan gereja ini tidak lepas dari perkembangan Pabrik Gula Gondang Lipuro di daerah tersebut.

Pabrik ini milik Joseph Smutzer dan Julius Smutzer, dua kakak beradik keturunan Belanda.

Adapun candi dibangun tahun 1927 dan posisinya di depan rumah Schmutzer.

Baca Juga: Hotel Kapsul di Yogyakarta yang Paling Sering Dipilih Orang Saat Liburan Akhir Tahun

Candi dibangun sebagai monumen mengenang keberhasilan pabrik gula melewati krisis keuangan.

Pembangunan candi juga ungkapan rasa syukur Schumutzer yang diungkapkan sesuai kebudayaan Jawa.

Candi dirancang arsitektur Belanda, J Yh van Oyen.

Peletakan batu pertama dilakukan tanggal 26 Desember 1927 oleh Mgr van Velsen.

Baca Juga: Sambut Nataru, KAI Hadirkan Layanan Direct Train Gambir-Yogyakarta, Ada Diskon Tiket 25%

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini