Dibuka Lagi setelah 1 Dekade, Simak Harga Tiket Basement Lawang Sewu dan Ketentuan Mengunjunginya

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 19 Desember 2024 | 21:00 WIB
Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. (heritage.kai.id)
Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. (heritage.kai.id)

Kabar BUMN - Setelah satu dekade tertutup untuk umum, basement Lawang Sewu di Semarang kembali menyambut pengunjung mulai 3 Desember 2024.

Langkah ini menjadi momen istimewa bagi kamu yang ingin menikmati sisi lain dari bangunan ikonik di Kota Semarang tersebut.

Area basement, yang dikenal sebagai Kelderverkenning, kini menawarkan pengalaman baru yang menggabungkan wisata edukasi dan sejarah dalam suasana yang autentik.

Baca Juga: Festival Musim Dingin Terpopuler di Eropa, Hari Penuh Salju Tampak Lebih Berwarna dan Menarik

Harga Tiket dan Jadwal Khusus

Selama masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, harga tiket untuk mengunjungi basement Lawang Sewu dipatok sebesar Rp 25.000.

Dengan harga ini, kamu sudah bisa menjelajahi bagian menarik dari salah satu cagar budaya paling terkenal di Jawa Tengah.

Baca Juga: Informasi Lengkap Lido Adventure Park Bogor: Harga Tiket hingga Wahananya!

PT KAI Wisata, sebagai pengelola, memastikan bahwa pengalaman ini tetap aman dan nyaman berkat panduan profesional dan fasilitas yang telah diperbarui.

Ketentuan Penting bagi Pengunjung

Untuk menjaga kenyamanan, ada beberapa ketentuan yang perlu kamu perhatikan sebelum mengunjungi area basement ini:

Baca Juga: Magang Internal Audit di PT Indra Karya, Buruan Cek Info Lowongan BUMN Ini Selengkapnya!

  • Usia pengunjung harus antara 13 hingga 60 tahun.
  • Tidak disarankan untuk kamu yang memiliki fobia ruang sempit atau gelap, gangguan jantung, atau masalah pernapasan.
  • Pengunjung wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan oleh pengelola.
  • Selama tur berlangsung, pemandu akan mendampingi dan memberikan informasi menarik seputar sejarah basement ini.

Pesona Basement yang Menanti Dijelajahi

Basement Lawang Sewu bukan sekadar bagian dari bangunan bersejarah, melainkan salah satu warisan budaya yang menampilkan keunikan arsitektur kolonial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini