Kabar BUMN - Di antara ribuan pura besar di Bali, tidak sedikit yang usianya sudah tua, salah satunya Pura Tambangan Badung.
Pura Tambangan Badung di pusat kota Denpasar ini merupakan bagian dari Pura Kahyangan Tiga.
Tidak jelas tepatnya Pura Tambangan Badung yang menjadi tempat pemujaan Dewa Siwa ini berdiri.
Diperkirakan sebelum Anglurah Pemecutan (Raja Denpasar) pertama berkuasa, sekitar abad ke-16.
Baca Juga: Menjelajahi Ibu Kota Bali, Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Denpasar yang Wajib Dieksplorasi
Dua kali renovasi
Pura sempat mengalami dua kali proses perbaikan, yaitu tahun 1928 dan 1990.
Pura Tambangan Badung dulunya bernama Pura Taman.
Setelah dikelola dan dirawat pihak Puri Agung Pemecutan, namanya diubah jadi Pura Ayu Penestaran Panembahan Badung.
Pura memiliki luas sekitar dua hektare. Terbagi atas tiga mandala (sebutan untuk areal dalam pura).
Baca Juga: Garuda Indonesia Luncurkan Rute Penerbangan Denpasar-Balikpapan pp dan Makasar-Balikpapan pp
Mandala pertama di depan pasar. Di mandala kedua, bangunan terbuka yang merupakan wantilan pura.
Sementara mandala utama adalah areal yang paling luas.
Di antara mandala kedua dan utama terdapat candi yang dihiasi dua arca. Yaitu arca jaksa dan jaksi.
Uniknya di pura ini terdapat dua meriam yang diberi nama Gora dan Gori.
Baca Juga: Inilah Rute AKAP Favorit Pelanggan DAMRI di Denpasar
Artikel Terkait
Kemegahan dan Keagungan Pura di Bali Tak Pernah Lekang oleh Zaman Meskipun Ada yang Didirikan Sejak Abad 8
Wisata ke Goa Giri Putri di Nusa Penida, Pura yang Spiritual dan Penuh Misteri
Wisata ke Pura Bali yang Ada di Pecahan Mata Uang Rp50 Ribu, Pura Ulun Danu Beratan Sangat Populer di Kalangan Turis Lokal dan Mancanegara
Bukan di Bali, Pantai Eksotis dengan Pura di Atas Tebing di Pinggir Pantai Ini Ada di Jogja, Nama Pantainya Berkaitan dengan Raja Majapahit
Ragam Wisata yang Bisa Ditemui di Jembrana, Bali: Pantai, Air Terjun, hingga Pura