Ini Sejumlah Alasan Psikologis Kenapa Resolusi Tahun Baru Sering Gagal

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 30 Desember 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi. Tidak mudah menyusun resolusi tahunan, lebih susah lagi mewujudkannya. Karena pahami caranya agar resolusi itu bisa tercapai. (Pexels/Jessica Thames)
Ilustrasi. Tidak mudah menyusun resolusi tahunan, lebih susah lagi mewujudkannya. Karena pahami caranya agar resolusi itu bisa tercapai. (Pexels/Jessica Thames)

Kabar BUMN - Banyak orang sering membuat resolusi tahun baru setiap tahunnya tetapi selalu gagal.

Jangankan terlaksana, tidak sedikit yang resolusi tahun baru itu sama sekali tidak melaksanakan

Ternyata ada sejumlah alasan psikologis di balik seringnya resolusi tahun baru itu gagal.

Pahami alasan tersebut agar tahun depan tidak melakukan kesalahan yang sama.

Baca Juga: Untuk yang Bosan dengan Kegagalan Menahun, Ini Tips Menjalani Resolusi 2025 Tanpa Gagal

1. Mengubah kebiasaan yang terlalu besar
Orang sering membuat resolusi yang terlalu besar, terutama yang terkait dengan perubahan kebiasaan.

Seperti ingin hidup sehat, ingin menabung lebih banyak, dan lain-lain.

Ubah kebiasaan itu sesuatu lompatan besar dan ini sangat tidak nyaman.

Baca Juga: Tidak Harus Tinggi dan Muluk, Ini Beberapa Ide Resolusi Tahun 2025, yang Jika Konsisten Dilakukan, Pasti Membawa Perubahan

Akibatnya, baru satu atau dua kali dilakukan, sudah merasa bosan dan kesulitan. Akhirnya gagal.

Perlu diketahui, membentuk kebiasaan itu butuh waktu.

Rata-rata 3 bulan orang bisa nyaman dengan kebiasaan baru. Beberapa bahkan setelah 6 bulan.

Karenanya perlu bersabar. Ibarat peribahasa, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Baca Juga: Ini Satu Resolusi Tahun 2025 yang Direkomendasikan, Temukan dan Lakukan Hobi Baru untuk Membuat Hidup Lebih Berwarna

2. Tidak bertanya apa alasannya
Kadang orang membuat resolusi tahun baru tanpa sungguh bertanya pada diri sendiri kenapa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: verywellmind.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini