3. Masjid Siti Djirzanah: Simbol Toleransi Antarbudaya
Masjid Siti Djirzanah menjadi simbol penting dari kerukunan antarbudaya di Yogyakarta.
Meski baru dibangun enam tahun lalu, masjid ini memiliki desain unik yang menyerupai klenteng, lengkap dengan tulisan Mandarin di bagian depannya.
Terletak di depan Pasar Beringharjo, masjid ini sering dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan arsitektur dan simbol toleransi yang dihadirkan oleh bangunan ini.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata dengan Pemandangan Hamparan Sawah di Yogyakarta
4. Klenteng Poncowinatan: Penuh Sejarah dan Budaya Tionghoa
Klenteng Poncowinatan, yang lebih dikenal dengan nama Tjen Ling Kiong, merupakan klenteng tertua di Yogyakarta.
Dibangun pada tahun 1860, klenteng ini menyimpan banyak nilai sejarah, terutama dengan patung-patung dewa yang didatangkan langsung dari Tiongkok.
Setiap Imlek, klenteng ini dipenuhi dengan pengunjung yang datang untuk beribadah dan merayakan tradisi yang sudah berlangsung lama.
5. Kampung Pajeksan: Pusat Seni Barongsai yang Unik
Kampung Pajeksan adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati seni barongsai di Yogyakarta.
Di sini, seni barongsai dihidupkan oleh kelompok seni Singa Mataram yang menggabungkan tradisi Tionghoa dengan sentuhan seni lokal Jawa.
Baca Juga: 4 Tempat Makan Ndeso dan Blusukan yang Enak dan Murah di Yogyakarta, Serasa Makan di Rumah Nenek
Artikel Terkait
Sambut Tahun Baru Imlek 2025, Menyingkap Makna Shio Ular Kayu
6 Kawasan Pecinan di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Imlek 2025
Ragam Kuliner Khas Imlek dan Makna Filosofis di Baliknya
Sambut Imlek, ANTAM Luncurkan Emas Tematik Shio Ular Kayu, Tersedia Mulai 9 Januari 2025
Libur Imlek 2025: Ini Hal-hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan