Liburan Imlek di Yogyakarta: Ini 5 Destinasi Wisata yang Kental dengan Budaya Tionghoa

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 8 Januari 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Destinasi wisata untuk rayakan Imlek di Yogyakarta. (Freepik)
Ilustrasi - Destinasi wisata untuk rayakan Imlek di Yogyakarta. (Freepik)

3. Masjid Siti Djirzanah: Simbol Toleransi Antarbudaya

Baca Juga: Kolaborasi dengan Universitas Ahmad Dahlan, ILCS Gelar Innovation Challenge of Excellence 2.0 di Yogyakarta

Masjid Siti Djirzanah menjadi simbol penting dari kerukunan antarbudaya di Yogyakarta.

Meski baru dibangun enam tahun lalu, masjid ini memiliki desain unik yang menyerupai klenteng, lengkap dengan tulisan Mandarin di bagian depannya.

Terletak di depan Pasar Beringharjo, masjid ini sering dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan arsitektur dan simbol toleransi yang dihadirkan oleh bangunan ini.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata dengan Pemandangan Hamparan Sawah di Yogyakarta

4. Klenteng Poncowinatan: Penuh Sejarah dan Budaya Tionghoa

Klenteng Poncowinatan, yang lebih dikenal dengan nama Tjen Ling Kiong, merupakan klenteng tertua di Yogyakarta.

Dibangun pada tahun 1860, klenteng ini menyimpan banyak nilai sejarah, terutama dengan patung-patung dewa yang didatangkan langsung dari Tiongkok.

Setiap Imlek, klenteng ini dipenuhi dengan pengunjung yang datang untuk beribadah dan merayakan tradisi yang sudah berlangsung lama.

Baca Juga: Senja Teduh Kereta: KAI Ajak Kamu Sing Along Bareng Maliq & D'Essentials di Stasiun Yogyakarta Tanpa Tiket Masuk

5. Kampung Pajeksan: Pusat Seni Barongsai yang Unik

Kampung Pajeksan adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati seni barongsai di Yogyakarta.

Di sini, seni barongsai dihidupkan oleh kelompok seni Singa Mataram yang menggabungkan tradisi Tionghoa dengan sentuhan seni lokal Jawa.

Baca Juga: 4 Tempat Makan Ndeso dan Blusukan yang Enak dan Murah di Yogyakarta, Serasa Makan di Rumah Nenek

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini