2. Persentasi kandungan cokelat
Persentase kandungan cokelat dalam satu batang atau sebungkus cokelat mempengaruhi kualitasnya.
Semakin tinggi persentasenya berarti semakin berkualitas cokelatnya.
Untuk semi sweet kadar cokelatnya berkisar antara 69%.
Baca Juga: Go Local! Cicipi Kelezatan Cokelat Gunungkidul di Griya Cokelat Nglanggeran
Bittersweet dan dark kadarnya 70-85% dan milk cokelat mengandung susu paling tidak 12%.
Semua itu bisa dicek pada kandungan nutrisinya.
Cek juga penggunaan pemanisnya, buatan atau tidak.
Cokelat yang berkualitas, sedikit ditambahkan kandungan zat lainnya.
Baca Juga: 4 Cokelat Lokal Produksi Bali, Pilihan Baru Jika Ingin Memberi Oleh-oleh dan Memikat Hati Orang
3. Suara potongan cokelat
Pada iklan cokelat sering digambarkan orang memotong batang cokelat dan memakannya.
Kualitas cokelat yang baik bisa terlihat dari saat batang cokelat dipotong.
Yakni, saat dipotong atau dibelah dengan tangan, batang cokelat akan terbelah dengan mantap.
Ini menunjukan batang cokelat diolah dan dimasak dalam suhu yang tepat.
Baca Juga: Pilah-pilih Brand Cokelat Terkenal di Dunia untuk Hadiah Paling Mengesankan di Valentine’s Day
4. After taste
Cokelat yang berkualitas, memiliki after taste atau sisa rasa cokelat dimulut.
Ketika digigit, cokelat akan melumer dengan cepat dalam mulut.
Cokelatnya tidak meninggalkan rasa pahit, kesat atau terasa membakar lidah.
Artikel Terkait
Di Sentra Industri Sukaregang, Garut, Bisa Berburu Jaket Kulit Kualitas Nomor Satu dengan Harga Murah
Kadang Murah Kadang Mahal, Pastinya Selalu Menyehatkan, Ini Kuliner dengan Bahan Dasar Tahu Dari Berbagai Daerah di Indonesia
4 Restoran dengan Michelin Star di Indonesia, Kualitas dan Rasa Sudah Terjamin, Tinggal Berburu Waktu Karena Perlu Reservasi Lama
Viral Tentang Sushi Omakase, Ini Lho yang Membuatnya Begitu Istimewa dan Biasanya Lebih Mahal