Acara dimulai dengan pawai keliling kota sambil menggotong gunungan.
Baca Juga: Dijuluki Kota Seribu Klenteng, Ini Destinasi Wisata yang Cocok untuk Imlek di Singkawang
Gunungan ini bentuk sedekah bumi sebagai ucapan syukur pedagang Pasar Gede dan masyarakat sekitarnya.
Sementara untuk pawai budayanya disemarakkan dengan tari Jawa, pertunjukan liong dan barongsai.
Peserta pawai dari tahun ke tahun semakin bertambah banyak jumlahnya.
Tahun lalu ada sekitar 500 pelaku seni dan 50 jenis kesenian khas Tionghoa dan Jawa yang ditampilkan.
Membagikan 5.000 kue keranjang
Untuk tahun ini Grebeg Sudiro berlangsung dari tanggal 16 Januari yang dimulai dengan Karnaval Budaya.
Setelah itu ada wisata perahu pada tanggal 17-31 Januari.
Ada sekitar tiga perahu yang menyusuri Kali Pepe. Diramaikan pula dengan bazar UMKM.
Tentu saja yang paling ditunggu pawai gunungan yang berisi aneka makanan khas Imlek.
Direncanakan ada sekitar 5.000 kue keranjang yang akan dibagikan pada pengunjung.
Ada pula gunungan khas Kampung Sudiroprajan yaitu bakpia balong yang akan digotong selama pawai.***
Artikel Terkait
4 Kampung Unik di Solo dengan Latar Belakang dan Kisahnya Masing-masing
Dekat dari Stasiun Purwosari, Ini 5 Destinasi Wisata Kota Solo yang Bisa Kamu Kunjungi
Cubic Infinity Room di Rasamadu Heritage Solo yang Sedang Viral Sudah Dibuka, Instagramable Banget!
4 Stasiun Kereta Api di Solo, Infrastruktur Tua yang Umurnya Lebih dari 100 Tahun Tetapi Masih Cantik
Kisah Benteng Vastenburg, Benteng Peninggalan Belanda di Solo yang Dulu Digunakan untuk Lokasi Memata-matai Bangsawan
Nikmati Liburan Imlek Penuh Warna di Kawasan Pasar Gede, Solo