Kisah Benteng Vastenburg, Benteng Peninggalan Belanda di Solo yang Dulu Digunakan untuk Lokasi Memata-matai Bangsawan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 18 November 2024 | 15:30 WIB
Benteng Vastenburg di kota Solo, Jawa Tengah, setelah revitalisasi dan menjadi cagar budaya. (solotourismpromotionboard.org)
Benteng Vastenburg di kota Solo, Jawa Tengah, setelah revitalisasi dan menjadi cagar budaya. (solotourismpromotionboard.org)

Kabar BUMN - Meskipun penuh sejarah, Benteng Vastenburg peninggalan Belanda di Solo, Jawa Tengah, sempat terbengkalai.

Benteng Vastenburg baru direvitalisasi setelah dimasukkan ke dalam cagar budaya Indonesia.

Dan setelah proses revitalisasi itu, Benteng Vastenburg mulai menarik minat kunjungan warga dan turis.

Baca Juga: Sering Dikira Singapura, Padahal Taman Hijau Ini Berlokasi di Tengah Kota Solo, HTM Cuma 5 Ribu

Untuk mengawasi aktivitas keraton
Benteng Vastenburg didirikan tahun 1745 pada masa Gubernur Jenderal Baron van Imhoff.

Meskipun dibilang untuk perlindungan, tujuan utama pendirian benteng sejatinya untuk mengawasi Keraton Solo.

Benteng ini berada di dekat rumah Gubernur Jendral (saat ini Balai kota Solo) dan Alun-Alun Kidul Solo.

Baca Juga: 4 Stasiun Kereta Api di Solo, Infrastruktur Tua yang Umurnya Lebih dari 100 Tahun Tetapi Masih Cantik

Awalnya benteng diberinama Grootmoedigheid dan tahun 750 diganti jadi Benteng Vastenburg.

Benteng Vastenburg menempati lahan sekitar 7 hektare.

Bangunannya berbentuk segi empat yang dilengkapi dengan bastion di setiap sudutnya.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Wajib untuk Solo Traveling di Kota Solo

Bastion digunakan sebagai tempat pertahanan. Ada meriam tembak dipasang di situ.

Benteng ini tingginya sekitar 6 meter dengan ketebalan 10 meter.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: surakarta.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini