Selain makanan berat yang gurih, Palembang juga punya makanan manis khas Lebaran, yakni kue 8 jam. Di balik rasa manis yang khas, ada filosofi yang tersimpan pada tekstur lembut kue 8 jam khas Palembang.
Konon, kue 8 jam merupakan simbol keseimbangan hidup untuk belajar membagi waktu dengan baik. Caranya dengan membagi 24 jam dalam sehari menjadi: 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirahat, serta 8 jam untuk beribadah. Hal ini bertujuan agar hidup terasa lebih seimbang.
Maksuba
Satu lagi makanan lebaran khas Palembang yang tidak kalah nikmat adalah maksuba. Meski tampilannya mirip kue lapis legit, maksuba khas Palembang cenderung memiliki tekstur yang lebih basah dan lembut.
Tapi siapa sangka, ternyata kue basah yang sudah ada sejak masa Kesultanan Darussalam ini awalnya digunakan sebagai tolok ukur perempuan layak menjadi seorang istri. Bahkan, perempuan Palembang akan membawa maksuba kepada calon mertua menjelang Hari Raya Idulfitri, sebagai wujud rasa cinta dan penghormatan.
Bagaimana, penasaran dengan cita rasa makanan lebaran khas Palembang?