Kabar BUMN - Tidak semua umat Islam bisa menjalankan puasa Ramadhan secara penuh.
Ada kalanya sakit, perjalanan jauh menghalangi, atau kondisi tertentu membuat seseorang terpaksa tidak berpuasa.
Ini menjadi hutang puasa yang wajib diganti di hari lain. Puasa pengganti ini disebut puasa qadha.
Baca Juga: Yuk, Daftar Magang Staf Administrasi Pertanahan di Perum Perumnas, Cek Syaratnya!
Puasa qadha bisa dilakukan kapan saja setelah Ramadhan, asalkan sebelum bulan suci berikutnya tiba.
Sebaiknya jangan ditunda terlalu lama, supaya tidak menumpuk dan malah lupa menggantinya.
Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam QS. Al-Baqarah: 185, yang menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki uzur harus mengganti puasanya di hari lain.
Baca Juga: Tips Agar Anak Tidak Rewel Saat Mudik Menggunakan Transportasi Umum
Niat Puasa Qadha, Harus Diniatkan Sebelum Subuh!
Agar ibadah ini sah, niat harus diucapkan sebelum waktu fajar. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Baca Juga: ASDP Pastikan Merak-Bakauheni Siap Sambut Arus Mudik Lebaran 2025
(Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala.)
Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Cara Melaksanakan Puasa Qadha dengan Benar
Baca Juga: QRIS Tap di Aplikasi wondr by BNI Sudah Bisa Digunakan di Damri, Royal Trans, dan MRT Jakarta
Artikel Terkait
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2025: Mari Persiapkan Diri Menyambut Bulan Suci
Bacaan Doa Niat Puasa Ramadan Beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia, Ini Waktu yang Tepat untuk Mengucapkannya
Niat Sholat Tarawih: Sunnah Berkah yang Sayang Dilewatkan
Bacaan Niat Sahur dan Berbuka Puasa Lengkap dengan Artinya, Persiapan Sambut Ramadhan 2025
Niat Puasa Ramadhan: Kapan Sebaiknya Diucapkan?