Fakta Menarik Kolak yang Ternyata Sarat Filosofi dan Dulu Media Dakwah Para Wali

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 25 Maret 2025 | 08:30 WIB
Kolak pisang  (jennaira)
Kolak pisang (jennaira)

Kabar BUMN - Tidak sulit menemukan kolak di masa puasa selama bulan Ramadan.

Di sebagian besar daerah di Indonesia, kolak seakan menjadi takjil wajib saat Ramadan.

Kolak ini ternyata sudah lama muncul, tepatnya sejak penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Di masa itu, kolak menjadi media dakwah, karenanya mengandung filosofi yang dalam.

Baca Juga: 10 Tips Agar Tetap Semangat Ibadah di Hari-Hari Terakhir Puasa Ramadan

1. Dari bahasa Arab
Nama kolak diambil dari bahasa Arab yaitu kul laka, yang punya arti makanlah untukmu.

Ada pula yang berpendapat kolak diambil dari kata khaliq dan khalaqa.

Dalam bahasa Arab, khaliq berarti Sang Pencipta dan khalaqa artinya menciptakan.

Bila diterjemahkan maka kolak diciptakan agar bisa mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Baca Juga: Tetap Bugar Selama Ramadan! Ini 6 Tips Puasa Sehat yang Wajib Kamu Coba

2. Sebagai media dakwah
Di awal penyebaran Islam, Wali Songo menggunakan medium lokal agar bisa dekat masyarakat.

Baik melalui budaya, seperti wayang, atau pun lewat makanan. Salah satunya kolak.

Bahan bakunya yang mudah ditemukan, yaitu pisang, santan, gula aren, ditambah ubi.

Dimakannya saat masyarakat berkumpul, di saat itulah Wali menyebarkan agama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini