Baca Juga: Tetap Bugar Selama Ramadan! Ini 6 Tips Puasa Sehat yang Wajib Kamu Coba
3. Filosofi penggunaan pisang
Pisang dipilih karena buah ini mudah ditemukan dan murah. Lalu pilihannya pisang kepok.
Kepok punya makna kapok. Ia yang memakannya diharapkan kapok dan bertobat atas perbuatan buruknya.
Selain pisang, ditambahkan juga ubi atau singkong, tumbuhan yang tumbuh alam tanah atau terkubur di bumi.
Filosofinya, diharapkan orang yang makan kolak akan menguburkan segala kesalahan yang pernah terjadi.
Baca Juga: Tetap Produktif saat Puasa Ramadan dengan Tips Simpel Ini!
4. Disebarkan oleh perantau Jawa
Meskipun aslinya dari Jawa, seiring waktu kolak menjadi hidangan nasional.
Ini tidak lepas dari pengaruh orang Jawa yang merantau ke berbagai pulau di Indonesia.
Selain itu, program transmigrasi penduduk Jawa ikut mempercepat penyebarannya ke daerah lain.
Orang Jawa yang bertransmigrasi selalu membawa makanan tradisionalnya ke tempat baru.***
Artikel Terkait
4 Kampung Ramadan di Seluruh Indonesia, Tempat Ngabuburit Sekaligus Berburu Takjil
Selain Kurma, Coba 4 Takjil Ini untuk Buka Puasa yang Lebih Sehat
Ragam Takjil Manis di Indonesia, Tiap Daerah Punya Kuliner Andalannya Sendiri
Coba Gantikan Teh Manis Panas di Waktu Berbuka Puasa dengan Takjil Manis yang Lebih Menyehatkan
6 Menu Takjil Sehat untuk Penderita Diabetes, Manis tapi Tetap Aman
Mengenal Makna Sebenarnya dari Istilah Takjil, Benarkah Makanan Berbuka?