2. Bentuk menyeramkan
Semua patung yang digotong selama pawai ogoh-ogoh memiliki bentuk dan wajah menyeramkan.
Ini mengandung makna tersendiri.
Sosok seram ini merupakan cerminan dari sifat buruk dan kekuatan negatif.
Biasanya bentuk patung mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh mitologi dalam tradisi Hindu Bali.
Baca Juga: Momen Refleksi di Hari Nyepi: InJourney Hospitality Hadirkan Pengalaman Menginap Penuh Kedamaian
Sekarang sering juga dikreasikan dalam bentuk modern namun esensinya harus tetap sama.
Yaitu berwujud buruk rupa.
Setelah diarak keliling kampung, patung ogoh-ogoh ini akan dibakar.
Ini sebagai simbol pemusnahan kekuatan buruk dari muka bumi.
Baca Juga: Truntum Kuta Bali Hadirkan Paket Khusus untuk Merayakan Keheningan dan Kedamaian Nyepi di Bali
3. Patung ramah lingkungan
Untuk membuat ogoh-ogoh ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Rata-rata sekitar dua minggu.
Terlebih Pemda Bali mengadakan perlombaan ogoh-ogoh terbaik.
Proses pembuatan ogoh-ogoh diawali dengan membuat kerangka patung, baik dari bambu atau besi.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Halal di Bali, Bisa Dong Sesekali Berbuka Puasa Bersama di Pulau Dewata
Kemudian, baru dibentuk patungnya, dilukis, dan dihiasi dengan berbagai aksesoris.
Artikel Terkait
Mudik Lewat Jalur Pantura Bisa Sekalian Mampir ke Tempat-tempat Wisata Berikut
Siap Wujudkan Green Tourism, ITDC Utilitas Rampungkan Pembangunan Infrastruktur Gas Alam di The Nusa Dua
Tips Lancar dan Nyaman Berwisata ke Pantai Parangtritis saat Libur Lebaran
Eksplorasi Destinasi-destinasi Wisata di Solo, Bisa Jadi Ide Liburan Seru Saat Mudik ke Kota Bengawan
Jelajahi Kampung Seni Borobudur saat Libur Lebaran, Bisa Sekaligus Belajar Membatik
Kartu e-Money Timnas Indonesia Resmi Dirilis, Buruan Koleksi Sebelum Kehabisan!