Fakta Menarik Pawai Ogoh-Ogoh, Kegiatan yang Wajib Dilaksanakan dalam Rangkaian Perayaan Nyepi di Bali

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 27 Maret 2025 | 15:30 WIB
Ogoh-ogoh menjadi manifestasi  Butha Kala yang melambangkan karakter negatif dalam diri manusia. (radarbali.jawapos.com)
Ogoh-ogoh menjadi manifestasi Butha Kala yang melambangkan karakter negatif dalam diri manusia. (radarbali.jawapos.com)

2. Bentuk menyeramkan
Semua patung yang digotong selama pawai ogoh-ogoh memiliki bentuk dan wajah menyeramkan.

Ini mengandung makna tersendiri.

Sosok seram ini merupakan cerminan dari sifat buruk dan kekuatan negatif.

Biasanya bentuk patung mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh mitologi dalam tradisi Hindu Bali.

Baca Juga: Momen Refleksi di Hari Nyepi: InJourney Hospitality Hadirkan Pengalaman Menginap Penuh Kedamaian

Sekarang sering juga dikreasikan dalam bentuk modern namun esensinya harus tetap sama.

Yaitu berwujud buruk rupa.

Setelah diarak keliling kampung, patung ogoh-ogoh ini akan dibakar.

Ini sebagai simbol pemusnahan kekuatan buruk dari muka bumi.

Baca Juga: Truntum Kuta Bali Hadirkan Paket Khusus untuk Merayakan Keheningan dan Kedamaian Nyepi di Bali

3. Patung ramah lingkungan
Untuk membuat ogoh-ogoh ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Rata-rata sekitar dua minggu.

Terlebih Pemda Bali mengadakan perlombaan ogoh-ogoh terbaik.

Proses pembuatan ogoh-ogoh diawali dengan membuat kerangka patung, baik dari bambu atau besi.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Halal di Bali, Bisa Dong Sesekali Berbuka Puasa Bersama di Pulau Dewata

Kemudian, baru dibentuk patungnya, dilukis, dan dihiasi dengan berbagai aksesoris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini