Kabar BUMN - Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Malang, termasuk perkampungan yang mewariskan tradisi secara turun-temurun.
Tradisi di Kampung Wisata Keramik Dinoyo ini berupa keahlian membuat keramik sampai lahir istilah Kampung Keramik.
Masyarakat di Kampung Wisata Keramik Dinoyo sudah memproduksi gerabah sekitar tahun 1930-an.
Baca Juga: Tidak Hanya Apel Malang, Ini Camilan Tradisional dan Kekinian dari Malang yang Biasa untuk Oleh-Oleh
Waktu itu banyak petani tebu yang punya ketrampilan mengolah tanah liat untuk dibuat jadi peralatan dapur.
Sampai sekitar tahun 1950an, di kampung itu dibangun proyek percontohan pabrik keramik.
Dari sinilah munculnya industri keramik, perlahan perajin gerabah pun beralih menjadi perajin keramik.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata Alam yang Direkomendasikan di Kepanjen, Malang
Tidak lagi dari tanah liat, yang digunakan tanah putih yang merupakan bahan dasar keramik.
Sejalan waktu banyak orang yang tahu dan setiap mencari keramik pasti datang ke Kampung Wisata Keramik Dinoyo.
Kampung ini pun berubah menjadi sentra keramik hingga sekarang.
Baca Juga: 4 Tempat Sarapan di Dekat Stasiun Malang
Sentra Keramik
Kampung Wisata Keramik Dinoyo berada jalan MT Haryono, Malang. Warga setempat menyebutnya Jalan Keramik.
Di pintu masuk jalan, berdiri guci keramik raksasa yang menjadi penanda perkampungan keramik.
Artikel Terkait
Di Sentra Industri Sukaregang, Garut, Bisa Berburu Jaket Kulit Kualitas Nomor Satu dengan Harga Murah
Belanja di Little Bangkok, Tanah Abang, Sentra Belanja Baru dengan Produk dan Suasana Khas Bangkok
Perbanyak Koleksi Barang Seni di Rumah dengan Kerajinan Tangan Khas Indonesia, Ini Sentra Pembuatannya
Mencoba Pottery di Jakarta: 5 Studio Keramik yang Wajib Dikunjungi
4 Sentra Kerajinan di Jawa Barat, Tempatnya Berburu Barang Berkualitas dengan Harga Murah