Kabar BUMN - Setiap musim semi tiba, Jepang berubah menjadi negeri dongeng yang dipenuhi semburat merah muda dari bunga sakura yang bermekaran.
Di tengah pesona alam ini, ada satu tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jepang selama ratusan tahun, yaitu hanami.
Bukan sekadar melihat bunga, hanami adalah pengalaman budaya yang kaya makna dan selalu dinantikan masyarakat Jepang maupun wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Baca Juga: Tidak Kalah dari JR Rail, Wisata di Jepang dengan Bus Antarkota Juga Menyenangkan, Lebih Murah Pula
Apa Itu Hanami?
Hanami secara harfiah berarti "melihat bunga", namun lebih dari itu, tradisi ini mencerminkan apresiasi terhadap keindahan alam dan makna kehidupan yang bersifat sementara.
Dalam praktiknya, hanami adalah aktivitas berkumpul di bawah pohon sakura yang sedang mekar, untuk menikmati pemandangan, berbincang, makan bersama, hingga bersantai dengan keluarga atau teman.
Tradisi hanami telah ada sejak era Heian (794–1185), saat para bangsawan istana menikmati bunga plum dan kemudian bergeser menjadi bunga sakura.
Kini, hanami menjadi budaya populer yang merakyat dan dirayakan di seluruh penjuru Jepang.
Waktu dan Tempat Terbaik untuk Hanami
Musim hanami berlangsung dari akhir Maret hingga pertengahan April, tergantung daerahnya.
Tokyo, Kyoto, dan Osaka biasanya menyambut mekarnya sakura di akhir Maret, sedangkan wilayah utara seperti Hokkaido baru mulai pada akhir April.
Artikel Terkait
Ragam Jenis Japan Rail Pass, Tiket Kereta yang Diperuntukkan Bagi Turis Asing di Jepang
Tak Perlu Perang Takjil, Ini Kuliner Manis Khas Jepang yang Bisa Jadi Pilihan untuk Berbuka Puasa, Mudah Ditemukan di Indonesia
GDPS Buka Lowongan Kerja untuk Penempatan di Jepang, Cek Posisi dan Kualifikasinya
4 Tempat Wisata di Jepang yang Overtourism Parah, Kini Diberlakukan Banyak Aturan Penyaring Keramaian
Tidak Kalah dari JR Rail, Wisata di Jepang dengan Bus Antarkota Juga Menyenangkan, Lebih Murah Pula