Atap rumah di kampung ini berbentuk kerucut dari ijuk dan rumput kering. Sementara dindingnya dari kayu.
Penduduk desa rata-rata berprofesi sebagai petani, yang punya ritual khusus menjelang musim panen.
Kampung adat Ruteng berlokasi di Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
Baca Juga: Puas-puaskan Hasrat Menyaksikan Matahari Terbenam di Larantuka, Kota Pelabuhan di Timur Pulau Flores
3. Pasar Tradisional Ruteng
Sama dengan pasar tradisional di banyak daerah, Pasar Tradisional Ruteng juga jadi andalan penduduk.
Warga membeli kebutuhan hariannya ke Pasar Tradisional Ruteng.
Selain sayur-mayur dan buah-buahan segar, di pasar dijual ikan dan rempah khas Nusa Tenggara Timur.
Ada pula sejumlah kerajinan tangan dan produk makanan lokal lainnya.
Baca Juga: Wisata ke Danau Kelimutu, Danau Tiga Warna di Flores yang Menyimpan Keunikan yang Mistis
4. Pematang Sawah Lingko
Lingko merupakan sistem pertanian tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat di Ruteng.
Dalam bahasa setempat lingko artinya jaring laba-laba.
Ini karena petak sawah di Ruteng dibuat pemiliknya dengan bentuk mirip jaring laba-laba.
Setiap petak sawah dimiliki satu keluarga dan diwariskan turun temurun.
Baca Juga: ASDP Resmi Terapkan E-Ticketing pada Lima Pelabuhan di Nusa Tenggara Timur, Ini Daftarnya
Artikel Terkait
Keragaman Kuliner Sapa, yang Tampil Unik dan Berbeda dari Kuliner Vietnam Lainnya
2 Hari Lagi! Tari Kecak Tayang Lagi di TMII! Saksikan Gratis Tanpa Harus ke Bali
Cek Dulu Sebelum Terbang! Ini Ukuran Koper Kabin di Maskapai Populer Indonesia
5 Jenis Kuliner Ayam Khas Korea, Bisa Jadi Pilihan Jika Bosan dengan Olahan yang Itu-itu Saja
Franchise Korean Fried Chicken di Indonesia, Hadirkan Menu yang Berbeda dari Ayam Goreng ala Barat