Kabar BUMN - Dibandingkan Harajuku, nama Omotesando mungkin belum terlalu familiar di telinga orang Indonesia.
Padahal lokasi keduanya sebetulnya berdekatan. Omotesando nama jalan di distrik Harajuku.
Jika Harajuku dianalogikan remaja keren, Omotesando adalah kakak yang lebih dewasa dan anggun.
Omotesando bahkan acap diistilahkan dengan "Champs-Élysées of Tokyo".
Baca Juga: Toyosu Senkyaku Banrai, Tokyo, Tempat Wisata Terbaru di Tokyo dengan Suasana Era Edo
Jalanan mewah
Omotesando adalah jalan utama sepanjang sekitar 1 kilometer di antara Harajuku dan Aoyama.
Di Era Taisho (1912-1926), jalan ini dibuka untuk jalur Kaisar Meiji dan istri saat berkunjung ke Kuil Meiji.
Kini Omotesando telah menjadi salah satu asal mode kelas atas di Jepang.
Baca Juga: Toyosu Market, Surga Terbaru Berburu Sushi dan Sashimi di Tokyo, Jepang, Setelah Tsukiji Market
Banyak desainer label mendirikan toko di sepanjang jalan raya yang melintasi kawasan tersebut.
Bahkan departemen store, Omotesando Hills, tergolong mewah dan berkelas.
Meskipun begitu, ada juga toko atau plaza yang mungkin lebih terjangkau, Tokyu Plaza.
Baca Juga: Underground Shrine, 'Kuil' di Bawah Tanah yang Melindungi Tokyo dari Banjir
Artikel Terkait
Meresapi Makna Waisak: Tradisi Sakral dari Grobogan hingga Jambi
Peraturan Mengikuti Perayaan Waisak di Borobudur, Pahami Agar Tidak Merusak Suasana
Hindari Tertipu Restoran Viral di TikTok, Ini yang Perlu Dilakukan Saat Mencari Ulasan yang Tepat
Pasar Loak di Bali, Banyak Menyediakan Barang Bekas Unik dan Bermerek dengan Harga Dibanting
Mie Tradisional di Pulau Jawa, Mampu Bersaing dengan Mie Baru dan Modern
Waisak 2025 di Borobudur: Meski Nonton dari Luar, Rp50 Ribu Cukup Buat Nikmati Keindahan Lampion