Fakta Menarik Nasi Lesah, Kuliner Khas Magelang yang Selalu Hadir Saat Perayaan Waisak

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 9 Mei 2025 | 20:00 WIB
Nasi lesah yang banyak dicari orang setelah perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang. (diahdidi.com)
Nasi lesah yang banyak dicari orang setelah perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang. (diahdidi.com)

Caudo dulunya sup berkuah dengan isian daging babi. Dihidangkan peranakan Tionghoa di Pulau Jawa.

Baca Juga: Jangan Sampai Gagal Masuk! Ini Aturan Lengkap Festival Lampion Waisak 2025 di Borobudur

Kuah nasi lesah yang tampilannya tampak antara gulai ayam dan soto. (Instagram/@infokulinermagelang)

Pada perkembangannya, caudo kemudian beradaptasi dengan cita rasa Jawa.

Bumbunya ditambahkan kemiri dan perasaan jeruk limau. Dagingnya pun diubah ke daging ayam.

Di beberapa daerah di Jawa, caudo ada yang berubah menjadi soto.

Baca Juga: Mengenal Rangkaian Perayaan Waisak di Borobudur, Mulai dari Thudong hingga Pelepasan Lampion

Sementara di Magelang, caudo menjadi nasi lesah.

Dalam bahasa Jawa, lesah artinya orang yang dalam kondisi letih lesu.

Nasi lesah dihidangkan untuk letih lesu agar setelah mengonsumsinya tubuhnya menjadi lebih hangat dan berstamina.

Baca Juga: Lengkapi Perayaan Waisak 2025 dengan 10 Twibbon Keren Ini, Bisa Kamu Pakai dari Sekarang

Kuliner setelah beribadah
Nasi lesah menjadi kuliner wajib Waisak sebenarnya terjadi secara tidak sengaja.

Perayaan Waisak dipusatkan di Candi Borobudur.

Setelah upacara Waisak, para penganut agama Buddha akan keluar dari kompleks candi.

Baca Juga: 10 Inspirasi Ucapan Hari Waisak 2025 dalam Bahasa Inggris, Cocok untuk Dikirim ke Teman dan Sosial Media

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini