Kabar BUMN - Berbeda dengan kecenderungan yang terjadi selama ini, sekarang sedang tren konsep slow travel.
Dengan konsep slow travel ini, tidak lagi terburu-buru, orang akan menghabiskan waktu 1-2 hari di satu tempat.
Bukan sekedar untuk foto-foto saja, slow travel ini mendorong orang menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat.
Berikut informasi lebih jauh tentang slow travel yang kini semakin banyak diminati pelancong.
Baca Juga: Tips Menghindari Tindak Kejahatan Saat Sedang Solo Traveling
Mengutamakan kualitas
Alih-alih kuantitas, tren ini mengutamakan kualitas traveling, sehingga tidak ada kata terburu-buru.
Tidak hanya mendatangi tempat wisata, tapi menciptakan koneksi dan kedekatan pada tempat itu.
Datang ke tempat-tempat wisata populer, apalagi yang viral, bukan lagi agenda utama slow travel.
Baca Juga: Jangan Karena Solo Traveling Jadi Cuek dengan Lingkungan, Cobalah Cari Teman Saat Menginap di Hostel
Dengan menjalani slow travel, pelancong berusaha menyatu dengan aktivitas warga lokal.
Makan di tempat warga lokal biasa makan dan mendatangi tempat yang bisa bertemu warga.
Seperti misalnya ke pasar, supermarket, atau terlibat dalam aktivitas budaya atau komunitas tertentu.
Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Traveling Beramai-ramai untuk Menghindari Potensi Konflik
Anti lelah dan stres
Ada banyak keuntungan slow travel. Pertama, tidak mudah capek dan stres.
Pasalnya, orang sering membuat jadwal liburan yang terlalu padat sehingga jadi stres sendiri.
Artikel Terkait
Wisata Curug di Sekitar Bandung, Sama Menakjubkannya dengan Tempat Wisata Baru dan Kekinian
Bulan Ini ke Goalpara Tea Park Saja, Harga Tiketnya Lagi Miring! Buruan Ajak Keluarga ke Sukabumi
Bumi Kula, Satu Lagi Tempat Teduh untuk Santai dan Menikmati Rasa di Kota Bandung
Update! Jalur Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka, Ini Syarat Lengkapnya
5 Makanan yang Terkenal di Sleman, Yogyakarta, dan Wajib Diburu Karena Lezat Atau Unik
7 Tempat Wisata yang Sedang Hits di Kaliurang, Tawarkan Pesona Keindahan Lereng Gunung Merapi