Mulai Marak Tren Slow Travel, Tren Baru Traveling yang Mengutamakan Kualitas

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 19 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Alih-alih terburu-buru mengejar wisata ke banyak tempat, slow travel mendorong orang lebih menikmati waktu di tempat tersebut. (Dok. Instagram/Pinusia Park)
Ilustrasi. Alih-alih terburu-buru mengejar wisata ke banyak tempat, slow travel mendorong orang lebih menikmati waktu di tempat tersebut. (Dok. Instagram/Pinusia Park)

Kabar BUMN - Berbeda dengan kecenderungan yang terjadi selama ini, sekarang sedang tren konsep slow travel.

Dengan konsep slow travel ini, tidak lagi terburu-buru, orang akan menghabiskan waktu 1-2 hari di satu tempat.

Bukan sekedar untuk foto-foto saja, slow travel ini mendorong orang menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat.

Berikut informasi lebih jauh tentang slow travel yang kini semakin banyak diminati pelancong.

Baca Juga: Tips Menghindari Tindak Kejahatan Saat Sedang Solo Traveling

Mengutamakan kualitas
Alih-alih kuantitas, tren ini mengutamakan kualitas traveling, sehingga tidak ada kata terburu-buru.

Tidak hanya mendatangi tempat wisata, tapi menciptakan koneksi dan kedekatan pada tempat itu.

Datang ke tempat-tempat wisata populer, apalagi yang viral, bukan lagi agenda utama slow travel.

Baca Juga: Jangan Karena Solo Traveling Jadi Cuek dengan Lingkungan, Cobalah Cari Teman Saat Menginap di Hostel

Dengan menjalani slow travel, pelancong berusaha menyatu dengan aktivitas warga lokal.

Makan di tempat warga lokal biasa makan dan mendatangi tempat yang bisa bertemu warga.

Seperti misalnya ke pasar, supermarket, atau terlibat dalam aktivitas budaya atau komunitas tertentu.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Traveling Beramai-ramai untuk Menghindari Potensi Konflik

Anti lelah dan stres
Ada banyak keuntungan slow travel. Pertama, tidak mudah capek dan stres.

Pasalnya, orang sering membuat jadwal liburan yang terlalu padat sehingga jadi stres sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: worldpackers.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini