Belum lagi bila jarak antara satu tempat dengan yang lainnya berjauhan. Pasti akan sangat melelahkan.
Dengan slow travel, tidak ada kata buru-buru, semuanya lebih santai dan lamban serta tidak melelahkan.
Pengalaman budaya yang berbeda
Keuntungan lainnya, dengan slow travel bisa mendapatkan pengalaman budaya yang berbeda.
Ketika orang mendatangi tempat non wisata, akan tampak sisi lain dari sebuah kota atau negara.
Pelancong jadi mengerti kehidupan sehari-hari dan tradisi yang berlaku di masyarakat setempat.
Ini akan menjadi satu pengalaman yang tidak terlupakan.
Baca Juga: Perlengkapan Traveling yang Umum Dimiliki Pecinta Traveling, Terutama Milenial dan Gen Z
Lebih dari dua hari
Untuk melakukan slow travel, cara paling mudah adalah mengurangi tempat wisata yang harus didatangi.
Bila memungkinkan coba tinggal di satu kota lebih dari dua hari. Idealnya 4-7 hari.
Manfaatkan hari pertama untuk kunjungi beberapa tempat wisata saja. Sisanya, untuk mengeksplorasi kota.
Baca Juga: Trik Mengajarkan Anak Agar Terbiasa dan Suka dengan Kegiatan Traveling
Seperti warga lokal, gunakan transportasi publik, kunjungi daerah yang bukan tempat wisata.
Sebelum berlibur, lakukan riset tempat yang mau dikunjungi, sehingga bisa menemukan banyak hal.
Lebih bagus lagi, jalin pertemanan dengan warga lokal yang bisa mengenalkan hal unik yang tidak diketahui turis lain.***
Artikel Terkait
Wisata Curug di Sekitar Bandung, Sama Menakjubkannya dengan Tempat Wisata Baru dan Kekinian
Bulan Ini ke Goalpara Tea Park Saja, Harga Tiketnya Lagi Miring! Buruan Ajak Keluarga ke Sukabumi
Bumi Kula, Satu Lagi Tempat Teduh untuk Santai dan Menikmati Rasa di Kota Bandung
Update! Jalur Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka, Ini Syarat Lengkapnya
5 Makanan yang Terkenal di Sleman, Yogyakarta, dan Wajib Diburu Karena Lezat Atau Unik
7 Tempat Wisata yang Sedang Hits di Kaliurang, Tawarkan Pesona Keindahan Lereng Gunung Merapi