Seri kedua ini menjadi yang paling bergengsi karena mempertaruhkan nama besar serta peluang meraih gelar juara Triple Crown.
Salah satu kuda unggulan, King Argentine dari Jawa Barat, ikut bertanding dalam kelas Derby dengan jarak tempuh 1.600 meter demi memperebutkan total hadiah sebesar Rp 100 juta.
Daya Tarik dari Sabang hingga Merauke
Sebanyak 140 kuda dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara ikut berkompetisi.
Peserta yang datang dari luar daerah membawa warna tersendiri bagi even ini, menciptakan atmosfer yang semarak dan beragam. Ini membuktikan bahwa pacuan kuda bukan hanya olahraga elit, melainkan hiburan rakyat yang inklusif dan penuh semangat.
Baca Juga: Mau ke Karimunjawa Lebih Cepat? Ini Pilihan Penerbangan Terbarunya!
Penyelenggaraan yang Semakin Profesional
Penyelenggara acara, SARGA.Co, berperan besar dalam membuat event ini makin tertata dan profesional.
Berbagai daerah yang pernah menjadi tuan rumah, seperti Bantul, bahkan bisa menggandeng ratusan pelaku UMKM dalam satu event. Ini menunjukkan bahwa pacuan kuda tak hanya soal kompetisi, tapi juga soal menggeliatnya ekonomi kreatif yang lebih luas. ***
Artikel Terkait
Jalan-jalan Naik Kuda di Sepanjang Pantai indah Lombok, Abadikan Momen Tak Terlupakan saat Staycation di Gili Asahan Eco Lodge
Unik Banget! Ini 5 Tempat di Dunia yang Mengizinkanmu Berenang dengan Kuda
Rekomendasi Kuliner Sate Kuda di Yogyakarta, Ini 6 Warung Patut Coba!
Pesona Wisata Batu Kuda: Destinasi Alam Sejuk di Bandung
Pacu Kuda Seru, Konser Meriah, Tiket Sagara Festival Lebih Murah dengan BNI!