Saat itu Mashur datang ke kampung tersebut dan menikahi perempuan asli Manggarai.
Karena keturunannya punya kekuatan magis dan berpengaruh, akhirnya terbentuk kerajaan kecil bernama Kerajaan Todo.
Kerajaan kecil ini menjadi bagian dari Kerajaan Manggarai.
Baca Juga: Puas-puaskan Hasrat Menyaksikan Matahari Terbenam di Larantuka, Kota Pelabuhan di Timur Pulau Flores
Pengaruh rumah gadang
Salah satu daya tarik dari Kampung Todo adalah bangunan rumahnya.
Sebagian besar rumah di kampung tersebut masih beratap rumbai dan berbentuk kerucut.
Pada bagian dalam rumah, ada rumah panggung berbentuk budar.
Baca Juga: Wisata ke Danau Kelimutu, Danau Tiga Warna di Flores yang Menyimpan Keunikan yang Mistis
Beberapa bagian dari rumah ini juga mendapat pengaruh dari rumah gadang, Minangkabau.
Seperti pada tiang rumah yang diukir dengan gaya Minangkabau.
Selain itu, pengaruh lainnya bisa dilihat dari batu kubur dan motif kain tenunannya.
Baca Juga: Wisata Religi di Larantuka, Flores Timur, Kota yang Dijuluki Kota Bunda Maria
Sisa meriam kuno
Di Kampung Todo pengunjung juga bisa melihat lima meriam Belanda dan menhir.
Di kampung itu juga terdapat compang atau aula persembahan yang posisinya di tengah kampung.
Artikel Terkait
5 Kampung Adat di Jawa Barat, Unik dan Memiliki Sejarah Panjang
Kampung Adat Gebong Memarong Semakin Memikat Berkat Pendampingan PT Timah
Kampung Adat Malasigi Raih Peluang di ADWI 2024 Berkat Binaan Pertamina EP Papua
Pesona Wisata Budaya Kampung Adat Praijing di Sumba Barat, Keindahan Tradisi dan Alam NTT
Bersama Desa Energi Berdikari Pertamina, Kemandirian Energi Terwujud di Kampung Adat Malasigi Papua
Kampung Adat Cireunde, Desa Tradisional Sunda yang Masih Mempertahankan Adat Berumur 500 Tahun