Warisan Budaya Cheng Ho di Indonesia, Laksamana Muslim dari Tiongkok yang Melegenda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 25 Mei 2025 | 08:30 WIB
Patung Laksamana Cheng Ho (Pexels/Yudha P Sunandar)
Patung Laksamana Cheng Ho (Pexels/Yudha P Sunandar)

Di Klenteng Sam Po Kong bahkan terdapat makam salah satu juru mudi kapal Laksamana Cheng Ho.

Baca Juga: Wisata Ke Pasar Ikan Hamadi, Jayapura, Surga Ikan Segar dan Pusat Oleh-oleh

Dipercaya tradisi Nadran muncul ketika Laksamana Cheng Ho tiba di Cirebon. (Instagram/@bantenologi)

2. Tradisi Nadran
Tradisi Nadran atau sedekah laut merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat daerah pesisir Pulau Jawa.

Seperti di Subang, Cirebon, dan Indramayu. Tujuannya ucapan syukur atas hasil tangkapan ikan.

Dipercaya tradisi ini muncul ketika Laksamana Cheng Ho tiba di Cirebon.

Ia mencoba menggabungkan tradisi Hindu yang dianut masyarakat saat itu dengan Islam.

Baca Juga: Menjelajah Sabana Ala Afrika di Jawa Timur, Ini Info Lengkap Wisata TN Baluran

Dalam upacara Nadran, masyarakat membuat sesajen atau ancak. Bentuknya replika perahu kecil.

Isinya antara lain kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan dan makanan.

Sebelum dilarung ke laut, sajen diarak keliling kota.

Dalam arak-arakan selalu ada suguhan seni tradisional seperti tarling, barongsai, dan jangkungan.

Baca Juga: Menepi Sejenak ke Pantai Watu Bale, Surga Tersembunyi di Pacitan yang Tawarkan Suasana Menenangkan

Ilustrasi. Pelabuhan Cirebon (dulu Pantai Muara Djati) yang menjadi tempat berlabuh Laksamana Cheng Ho. (idntimes.com)

3. Bukit Amparan Jati
Di Bukit Amparan Jati, Cirebon, ada mercusuar tua yang menjadi saksi kedatangan Laksamana Cheng Ho di Cirebon.

Pada tahun 1415 kapal Laksamana Cheng Ho menjatuhkan jangkarnya di Pantai Muara Djati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini