Jauh Sebelum TransJakarta dan MRT, Ini Angkutan Umum yang Pernah Berjaya di Jakarta

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Juni 2025 | 07:00 WIB
Awalnya ditarik kuda, lalu uap, terakhir trem menggunakan tenaga listrik, sebelum akhirnya mati di tahun 1950an.  (indonesia.go.id)
Awalnya ditarik kuda, lalu uap, terakhir trem menggunakan tenaga listrik, sebelum akhirnya mati di tahun 1950an. (indonesia.go.id)

Sejak 2001, betul-betul dilarang beroperasi.

Di beberapa daerah pinggiran masih bisa ditemukan, meskipun jumlahnya sudah semakin terbatas.

Baca Juga: Napak Tilas Koningsplein Bersama Kota Tua Jakarta, dalam Balutan Nuansa Biru yang Istimewa!

Bus tingkat memuat lebih banyak penumpang tetapi jalannya lebih lambat sehingga kurang disuka untuk transportasi di pagi hari. (dprd-dkijakartaprov.go.id)

4. Bus Tingkat
Sekarang bus tingkat hanya untuk moda wisata. Tapi dulu ini salah satu transpotasi andalan penduduk Jakarta.

Keuntungan bus tingkat, penumpangnya bisa lebih banyak dari bus kota biasa.

Tetapi kecepatannya terbilang lebih lambat dibandingkan bus pada umumnya.

Baca Juga: Penjual Asinan Betawi di Jakarta yang Populer dan Selalu Diantri Pembeli, Rasanya Tetap Sama Sejak Dulu

Bus tingkat pertama kali beroperasi tahun 1968, didatangkan dari Inggris.

Rute yang dilayani antara lain Blok M-Kalideres, Harmoni-Pondok Kopi dan Pulogadung-Pasar Baru.

Bus tingkat resmi dihapuskan pada tahun 1998.

Baca Juga: Tips Seru dan Praktis Berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti di Jakarta Timur

 

5. Bajaj
Bajaj mulai beroperasi di ibu kota Jakarta sekitar tahun 1970-an.

Nama bajaj merujuk pada pabrik pembuatannya di India, Bajaj Auto.

Kendaraan ini dikemudikan satu supir, sementara ruang penumpang bisa menampung 2-3 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini