Tidak Lekang Tergerus Zaman, Budaya dan Kesenian Betawi Ini Masih Bisa Didapati Meskipun Sesekali Saja Pertunjukannya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 17 Juni 2025 | 08:30 WIB
Acara lebaran Betawi (Liputan6)
Acara lebaran Betawi (Liputan6)

Pemain tanjidor sudah terbiasa bermain musik sambil berdiri maupun berjalan mengikuti arak-arakan. (damanikshynthatha.wordpress.com)

2. Tanjidor
Orkestra musik Betawi ini berkembang pada abad 18.

Tanjidor mendapat pengaruh kuat dari Portugis dan Tiongkok.

Namanya pun diambil dari kata tangedor. Dalam bahasa Portugis artinya musik.

Baca Juga: Jajanan Asli Betawi yang Lezat Tetapi Semakin Langka di Jakarta, Carinya Kadang Kudu Masuk ke Kampung-kampung

Orkestra tanjidor terdiri dari 7-10 pemusik yang memainkan alat musik tiup dan pukul.

Bentuk orkestra ini terinsiprasi dari orkestra Tiongkok yang sering digunakan pada pesta Cap Go Meh.

Tanjidor sering tampil dalam acara perkawinan, syukuran dan pesta rakyat.

Biasanya pemainnya ikut dalam iring-iringan pawai ondel-ondel juga.

Baca Juga: Penjual Asinan Betawi di Jakarta yang Populer dan Selalu Diantri Pembeli, Rasanya Tetap Sama Sejak Dulu

Alat musik gambang kromong kombinasi alat musik dari Jawa dan Tiongkok. (student-activity.binus.ac.id)

3. Gambang kromong
Sama-sama hasil alkulturasi, kesenian gambang kromong juga mendapat pengaruh budaya lain

Seperti tanjidor, gambang kromong juga orkestra musik.

Tetapi alat musiknya kombinasi alat musik dari Jawa dan Tiongkok.

Baca Juga: 4 Pahlawan dan Tokoh Nasional Asal Betawi yang Namanya Dicantumkan Menjadi Nama Jalan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini