4 Sungai Bersih dan Indah di Tengah Kota di Eropa yang Menjadi Lokasi Renang Alami Penduduknya dan Turis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 9 Juli 2025 | 20:00 WIB
Oberer Letten adalah kawasan pinggir Sungai Limmat yang didesain sebagai tempat berenang. Lokasinya di Zurich, Swiss.   (Tripadvisor/Luciussilvae)
Oberer Letten adalah kawasan pinggir Sungai Limmat yang didesain sebagai tempat berenang. Lokasinya di Zurich, Swiss. (Tripadvisor/Luciussilvae)

Kabar BUMN - Banyak kota besar di Eropa yang dilintasi sungai besar.

Sungai besar di Eropa ini dimanfaatkan untuk sumber air, jalur transportasi, juga lokasi liburan, terutama di musim panas.

Kualitas dan perawatan air yang luar biasa membuat sungai di Eropa ini bersih dari sampah dan bakteri.

Berikut beberapa sungai besar di Eropa yang biasa direnangi penduduknya saat musim panas.

Baca Juga: 4 Pulau Paling Kecil di Dunia, Salah Satunya di Indonesia

1. Oberer Letten
Oberer Letten adalah kawasan pinggir Sungai Limmat yang didesain sebagai tempat berenang.

Lokasinya di Zurich, Swiss. Sungai yang melewati kota Zurich ini terkenal bersih dan jernih.

Lokasinya yang di dekat Zurich Main Station, membuat sungai ini jadi terkenal.

Baca Juga: Tak Lagi Asri dan Indah, Pantai Tercantik di Dunia Ini Sekarang Dipenuhi Sampah

Di pinggir sungai dibuat sekat sehingga ada bagian sungai yang menyerupai kolam renang seluas 400 meter.

Di dermaganya dibuat lapangan bola voli dan fasilitas untuk berjemur. Tersedia juga teras bersantai.

Ada sejumlah restoran dan bar di pinggir sungai yang membuatnya jadi tempat liburan favorit warga setempat.

Baca Juga: Ini Daftar Negara dan Kota Dunia yang Ramah untuk Wisata Bersama Difabel

Sungai di kota Bern, Swiss ini popular sejak dulu sebagai lokasi berenang di alam. (harianhaluan.com)

2. Sungai Aare
Sungai di kota Bern, Swiss ini popular sejak dulu sebagai lokasi berenang di alam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: euronews.com, regen.melbourne

Tags

Artikel Terkait

Terkini