Ragam Sate dari Sulawesi, Bahan Bakunya Manfaatkan Kekayaan Lautnya, Bumbunya dari Sambal yang Sudah Populer

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 16 Juli 2025 | 10:00 WIB
Sate pokea dari Kendari, Sulawesi Tenggara, ini kuliner khas Suku Tolaki yang tinggal di Kabupaten Konawe. (Gofood/Kedai Sate Pokea Arafah, Lrg PDAM)
Sate pokea dari Kendari, Sulawesi Tenggara, ini kuliner khas Suku Tolaki yang tinggal di Kabupaten Konawe. (Gofood/Kedai Sate Pokea Arafah, Lrg PDAM)

Baca Juga: Cuan dari Dunia Digital! Simak Tips Jitu Dapat Passive Income Lewat Aset Digital

Diambil dari kata rumagey, artinya membakar sesuatu, sate ragey dimakan dengan sambal dabu-dabu. (Pinterest/ReginaWidyaH)

3. Sate ragey
Masih di Sulawesi Utara, sate ragey khas Suku Tontemboan dibuat dari daging babi, terutama bagian yang berlemak.

Dibandingkan sate lain, potongannya lebih besar. 

Sebelum dibakar, daging dimarinasi dengan jeruk, jahe, bawang merah, cabai, kemiri, garam, dan gula.

Diambil dari kata rumagey, artinya membakar sesuatu, sate ragey dimakan dengan sambal dabu-dabu.

Baca Juga: Jangan Sembarangan! Ini Alasan Kenapa Jerawat Tidak Boleh Dipencet

Sate ini dari Minahasa, Sulawesi Utara. Bahan baku sate dari keong atau kolombi dalam bahasa Minahasa. (X/@arieparikesit)

4. Sate kolombi
Sate ini dari Minahasa, Sulawesi Utara. Bahan baku sate dari keong atau kolombi dalam bahasa Minahasa.

Untuk membuatnya, daging dikeluarkan dari cangkang, lalu gigi keong yang masih menempel dibuang.

Setelah itu direndam dengan lemon agar tidak berbau amis dan juga jahe.

Warna daging sate kolombi pada bagian luarnya hitam sementara dalamnya putih.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini