Respons Beragam dari DPR
Meski penetapan ini sudah diumumkan, beberapa anggota DPR RI mengaku belum mengetahui rencana tersebut sebelumnya. Komisi X DPR menyebut belum ada pembahasan terkait penetapan HKN bersama Kementerian Kebudayaan dalam rapat-rapat resmi.
Sejumlah anggota dewan pun meminta penjelasan dari pemerintah terkait keputusan ini dan berencana memanggil pihak kementerian untuk klarifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Garuda Muda Unggul atas Filipina, Tiga Poin Krusial di ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025
Usulan Awal dari Kalangan Budayawan
Gagasan untuk menjadikan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional pertama kali datang dari para seniman dan budayawan Yogyakarta. Mereka telah melakukan kajian akademis sejak awal tahun 2025 sebelum mengusulkannya ke Kementerian Kebudayaan.
Proses ini melibatkan diskusi panjang serta penelusuran sejarah mendalam, dan diputuskan tanpa mempertimbangkan tanggal kelahiran tokoh politik manapun.
Identitas, Pendidikan, dan Kebanggaan Budaya
Tujuan utama dari peringatan ini adalah memperkuat identitas nasional. HKN diharapkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Selain itu, momen ini juga menjadi ruang untuk membangun rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia, dan menjadikannya sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan global.
Baca Juga: Ikon Wisata Singapura yang Wajib Dikunjungi: Dari Marina Bay Sands hingga Sentosa Island
Ajak Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat
Penetapan HKN bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah mendorong keterlibatan komunitas budaya, akademisi, hingga publik luas untuk merayakan HKN sebagai momen reflektif dalam membangun peradaban Indonesia yang maju dan berbudaya. ***
Artikel Terkait
Kalender Bulan Juli 2024: Ini Daftar Hari Libur, Cuti Bersama, dan Hari Besar Nasional
Kalender Agustus 2024: Daftar Hari Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Hari Besar
4 Candi di Asia Tenggara Ini Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia yang Dilindungi oleh UNESCO
Kembali ke Wonosobo! Java Balloon Attraction 2025 Hadirkan Balon Udara Tradisional dan Budaya Lokal
Kota-kota di Asia dengan Nuansa dan Bangunan Berarsitektur Eropa, Warisan Kolonialisme yang Memperkaya Budaya