Kabar BUMN - Seperti sebagian besar kuliner Malaysia, pengaruh kuliner Tionghoa peranakan sangat kental di Kuching.
Selain itu, Kuching juga punya kuliner khas Sarawak yang berbeda dengan wilayah lain di Malaysia.
Pengaruh kuliner Sarawak ini di penggunaan banyak rempah.
Kombinasi kuliner Tionghoa peranakan dan Sarawak menghasilkan kuliner Kuching yang sangat unik.
Baca Juga: 4 Rute Kereta Api Cepat Terbaik di Tiongkok, Ribuan Kilometer Hanya Perlu 4 Jam Perjalanan Saja
1. Laksa Sarawak
Rasa laksa Kuching berbeda dengan laksa Penang, karena penggunaan bumbu rempah kunyit, sereh, dan lengkuas.
Isinya bihun, suwiran ayam, telur dadar, toge, udang, dan daun ketumbar.
Sedikit berbeda dengan laksa Penang yang menggunakan mie dan nanas.
Baca Juga: Pintu Wonderland Telah Dibuka, Ayo Temui Alice di Panggung Gedung Kesenian Jakarta!
2. Nasi aruk
Nasi aruk merupakan nasi goreng berempah khas Kuching, yang uniknya dimasak tanpa minyak goreng.
Nasinya disangrai dengan bumbu bawang putih, bawang merah, dilengkapi sayur atau udang.
Masaknya pun dengan kayu bakar atau arang, sehingga rasa nasinya sedikit seperti nasi gosong yang gurih.
Nasi aruk kuliner khas suku asli di Sarawak, seperti Iban, Bidayuh dan Orang Ulu.
Baca Juga: Resep Bakmi Jowo, Santapan Presiden Prabowo saat Bertemu Jokowi di Solo
Artikel Terkait
Wisata Kuliner di Jonker Walk, Surga Makanan di Malaka, Malaysia
Ragam Kuliner Peranakan yang Populer di Singapura dan Malaysia
Liburan Hemat di Malaysia: Menikmati Keindahan Tanpa Menguras Kantong
Pulau-pulau Kecil dan Terpencil di Malaysia, Perjalanan Wisata ke Sini Memungkinkan untuk Menyendiri Juga
Tempat Wisata di Ipoh, Malaysia, yang Belum Banyak Dilirik Orang Padahal Penuh Pesona
Mudah Ditemukan di Supermarket Malaysia, Kuliner Ini Bisa Diborong untuk Oleh-oleh