Kabar BUMN - Sempat ramai dan viral di media sosial tentang jasa atau joki Strava.
Joki Strava dibayar berdasarkan jarak yang ia tempuh untuk orang yang menggunakan jasanya.
Orang yang menggunakan joki Strava ini bisa mengakui pencapaian tersebut atas namanya.
Berikut lebih jauh tentang aplikasi Strava, cara kerja, dan keuntungan saat menggunakan.
Baca Juga: Sensasi Unik Berenang di Tengah Hutan Pinus, Ini Pesona Kedung Klurak Mojokerto
Buatan mantan pendayung
Strava aplikasi hasil pemikiran Michael Horvart dan Mark Gainey, bekas anggota tim dayung di Universitas Harvard.
Dirilis tahun 2019, nama strava diambil dari bahasa Swedia yang artinya berusaha keras.
Tujuan awal pembuatannya untuk mendorong sesama pendayung lebih semangat berolahraga.
Strava juga diciptakan untuk membangun semangat komunitas di antara pelaku olahraga.
Baca Juga: Jogja International Kite Festival 2025 Siap Warnai Langit Parangkusumo, Dua Hari Penuh!
Aplikasi ini mendata aktivitas olahraga menggunakan basis GPS sehingga jarak yang ditempuh akurat.
Pada perkembangannya Strava digunakan juga oleh pelaku olahraga lain, paling banyak pesepeda dan pelari.
Tercatat ada 120 juta pengguna aplikasi Strava di seluruh dunia.
Baca Juga: Healing ke Curug Tebela Banyumas, Air Terjun Cantik Dekat Purwokerto
Mencatat real time
Strava mampu mencatat data secara real time dengan terhubung langsung pada GPS.
Termasuk data lengkap soal jarak, waktu, kecepatan berlari atau bergerak.
Artikel Terkait
5 Cara Agar Selama Liburan Tetap Bisa Olahraga Ringan untuk Menjaga Kebugaran Tubuh
Spearfishing, Tradisi Menombak Ikan di Laut Sekarang Menjadi Tren Olahraga Baru
6 Olahraga yang Paling Efektif untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat
Diciptakan Sejak 1960-an, Olahraga Ini Baru-baru Saja Diminati di Jakarta
3 Lapangan Padel di Jakarta, Sekalipun Harus Antre Tidak Rugi Main di Sini