Kabar BUMN - Belum bisa teratasi, masalah overtourism di Jepang justru makin parah karena semakin banyaknya turis.
Overtourism ini sampai menciptakan banyak keresahan bagi warga setempat.
Untuk mencegah overtourism yang lebih parah, Jepang menaikan harga tarif masuk dan mengenakan sejumlah pajak.
Beberapa sudah berlaku tahun 2025, sebagian lagi akan berlaku tahun 2026.
Baca Juga: Menikmati Golden Sunrise di Bukit Scooter, Salah Satu Tempat Wisata Favorit di Dataran Tinggi Dieng
1. Penginapan di Kyoto
Kyoto merupakan salah satu kota di Jepang yang paling parah menghadapi jumlah turis.
Di musim panas, keberadaan turis sampai tahap mengganggu warga setempat.
Sebenarnya di 2025, Kyoto memberlakukan pajak penginapan.
Nilainya bervariasi ¥100-500 per malam.
Baca Juga: Festival Budaya Dieng 2025: Dua Hari Penuh Pesona Alam, Seni, dan Tradisi Sakral
Tetapi mulai Maret 2026, akan diberlakukan pajak penginapan dengan pembagian lebih detail.
Untuk penginapan tarif ¥20.000 per malam, pajaknya kurang dari ¥400.
Penginapan ¥20.000-49.999 kena pajak ¥1000 Yen, tarif ¥50.000-99.999 dipajaki ¥4000.
Adapun penginapan di atas ¥100.000 kena pajak ¥10.000 per malam.
Baca Juga: Savana Sadengan, Miniatur Afrika di Ujung Timur Jawa yang Jadi Habitat Flora-Fauna Langka
2. Gunung Fuji
Sebagai gunung terpopuler di Jepang, Gunung Fuji tujuan utama pelancong lokal dan mancanegara.
Artikel Terkait
Berburu Gashapon di Jepang, yang Sudah Jagoan Mungkin Mendapatkan yang Paling Unik dan Langka
Wisata Alam dan Budaya di Chichibu, Jepang, Hanya Dua Jam Dari Tokyo
5 Jenis Makanan yang Paling Menyehatkan di Antara Makanan Jepang yang Terkenal Paling Sehat di Dunia
Wisata Berbeda ke Tokyo, Jepang, Belanja Peralatan Masak ke Kappabashi
4 Restoran Tertua di Tokyo, Ada yang Menjadi Pelopor Kuliner yang Sekarang Begitu Identik dengan Jepang
Banyak Dibawa untuk Oleh-Oleh, Ini Merk Mie Instan di Jepang yang Paling Lezat dan Populer