4 Bangunan Bersejarah Peninggalan Portugis di Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 11 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Benteng Tolukko, Ternate, dibangun tahun 1540 oleh panglima Portugis, Francisco Serao.  (Tripadvisor/Shanti Syifa)
Benteng Tolukko, Ternate, dibangun tahun 1540 oleh panglima Portugis, Francisco Serao. (Tripadvisor/Shanti Syifa)

Baca Juga: Underwater Photoshoot ala Tirtosari View, Bening dan Penuh Properti Unik

Benteng kemudian dibangun ulang tahun 1607.

Selesai tahun 1609 namanya menjadi Benteng Oranje.

Benteng ini terdiri atas beberapa bangunan temasuk rumah Gubernur Jendral dan gudang senjata.

Saat ini benteng berstatus cagar budaya dan sudah dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman.

Baca Juga: Museum yang Dibangun untuk Mengenang Perjuangan Pahlawan Nasional

Gereja Tugu dengan lonceng yang juga sudah berumur ratusan tahun. (jadesta.kemenparekraf.go.id via jatimnetwork.com)

3. Gereja Tugu
Gereja yang berada di Kampung Tugu, Jakarta Utara ini salah satu gereja tertua di Jakarta.

Gereja dibangun Pendeta Melchior Leydecker.pada masa Portugis menguasai Batavia.

Tak ada catatan pasti tahun pendirian tetapi diperkirakan antara 1676 - 1678.

Baca Juga: TMII Hadirkan Bulan Kemerdekaan Penuh Warna, “Agus” Bisa Masuk Gratis Sepanjang Agustus

Gereja dibangun sebagai tempat beribadah keturunan Mardijkers atau budak yang dibebaskan VOC.

Gereja Tugu sempat mengalami kerusakan. Bangunan sekarang ini hasil pembangunan ulang tahun 1738.

Satu-satunya yang masih tersisa sejak awal gereja berdiri adalah lonceng gereja.

Hingga sekarang gereja masih jadi tempat ibadah dan dikenal juga dengan nama GPIB Jemaat Tugu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini