Kabar BUMN - Bandung tak hanya terkenal dengan pesona alam dan kulinernya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang memikat.
Salah satunya adalah Gua Belanda, destinasi wisata bersejarah yang menjadi saksi bisu masa kolonial di Bumi Pasundan.
Berlokasi di Dago Pakar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, gua ini dibangun pada 1901 dan awalnya berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air.
Baca Juga: Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata di Klaten yang Tawarkan Nuansa Ala Bali
Pada 1918, dilakukan renovasi besar yang menambahkan 15 lorong dan 3 koridor dengan fungsi berbeda-beda.
Memasuki tahun 1941, Gua Belanda bertransformasi menjadi stasiun radio komunikasi.
Di sinilah Belanda menyusun strategi, menyimpan artileri, dan menempatkan senjata.
Baca Juga: Ragam Pastri dan Kue Belanda yang Sudah Menjadi Bagian Kuliner Indonesia
Sejak 14 Januari 1985, Gua Belanda resmi dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata sejarah.
Lokasinya berada di tengah rimbunnya Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, yang menambah kesan sejuk dan alami bagi para pengunjung.
Dengan luas 750 meter persegi, gua ini menawarkan lorong-lorong sempit, sel-sel penjara, dan suasana lembap yang khas.
Baca Juga: Benteng-benteng Ini Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Tiket masuk dibanderol Rp15.000–Rp30.000 per orang, dan pengunjung dapat menjelajah setiap sudut gua dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap hari.
Tak hanya menyuguhkan sejarah, Gua Belanda juga menyimpan cerita mistis.
Artikel Terkait
Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng: Gratis Masuk, Seru untuk Liburan Kota
Penjara Bagi Pembangkang Belanda Sampai Menjadi Cagar Budaya, Inilah Kisah Penjara Kalisosok, Surabaya
Benteng-benteng Ini Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Ragam Pastri dan Kue Belanda yang Sudah Menjadi Bagian Kuliner Indonesia
Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata di Klaten yang Tawarkan Nuansa Ala Bali