Penjara Bagi Pembangkang Belanda Sampai Menjadi Cagar Budaya, Inilah Kisah Penjara Kalisosok, Surabaya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Penjara Kalisosok yang berada di Jalan Kausari no 5 ini mulai digunakan tahun 1850. (fib.unair.ac.id)
Penjara Kalisosok yang berada di Jalan Kausari no 5 ini mulai digunakan tahun 1850. (fib.unair.ac.id)

Kabar BUMN - Selama masa penjajahan, Belanda banyak membangun penjara, salah satunya Penjara Kalisosok di Surabaya.

Penjara Kalisosok yang berada di Jalan Kausari no 5 ini mulai digunakan tahun 1850.

Penjara didirikan atas perintah Gubernur Jenderal Belanda pada masa itu, Herman Willem Daendels.

Awalnya Penjara Kalisosok dinamai Binneboei.

Baca Juga: Sistem Pelacakan Pendaki Berbasis Aplikasi Mulai Diterapkan di Gunung Rinjani Akhir Agustus

Pada tahap pertama pembangunan, yaitu tahun 1849, penjara terdiri atas 12 ruang tahanan.

Kemudian karena penjara Buitenboi di Pasar Besar, Surabaya, dihancurkan, penjara ini diperbesar.

Setelah pembongkaran penjara Buitenboi, baru penjara Kalisosok resmi digunakan tahun 1850.

Pembangunannya menelan biaya 8.000 gulden. Selain penjara kota, bangunan juga menjadi kantor publik.

Baca Juga: Strategi Jitu Berburu Promo Merdeka 17 Agustus, Simak Tipsnya Agar Kantong Tidak Jebol

Bagian depan Penjara Kalisosok terkini. (Instagram/@lovesuroboyo via radarmadura.jawapos.com)

Penjara dengan sel khusus
Awalnya ini tempat menahan anggota militer Belanda yang bersalah dan pribumi yang dianggap musuh Belanda.

Tetapi kemudian meluas, hingga yang ditahan di Penjara Kalisosok terbagi atas beberapa golongan.

Yaitu tahanan kriminal, tahanan sipil, dan budak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini