Samboang, Pantai dengan Nama ‘Bersenang-Senang’ yang Benar-Benar Menyenangkan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi Pantai Samboang yang berpasir putih. (Dok. wailegi.digitaldesa.id)
Ilustrasi Pantai Samboang yang berpasir putih. (Dok. wailegi.digitaldesa.id)

Kabar BUMN - Nama Pantai Samboang terdengar unik, bukan?

Ternyata, nama ini diambil dari kata “Sembo” dalam bahasa Konjo, bahasa asli masyarakat Bontotiro, Bulukumba, yang berarti bersenang-senang.

Dan sesuai dengan namanya, pantai ini memang menawarkan pengalaman liburan yang penuh keceriaan.

Baca Juga: Bertenda di Tepi Danau Buyan, Alternatif Wisata Selain Pantai di Bali

Terletak di Desa Ekatiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Pantai Samboang menyuguhkan keindahan alam yang tidak kalah memikat dari destinasi populer lain di daerah ini.

Pantai ini menyajikan hamparan pasir putih yang halus, air laut yang jernih berwarna biru, hingga lekukan bibir pantai yang landai.

Semuanya berpadu menciptakan panorama yang menenangkan mata.

Baca Juga: Whoosh Perluas Konektivitas, Terkoneksi Langsung dengan Sejumlah Bandara di Jakarta

Salah satu daya tarik utama Pantai Samboang adalah keberadaan sebuah pulau kecil yang bisa dicapai dengan jembatan sepanjang 20 meter.

Pengunjung bisa berjalan kaki menuju pulau tersebut untuk sekadar berfoto, menikmati pemandangan laut, atau bahkan mencoba memancing.

Spot ini sering menjadi favorit wisatawan karena menawarkan latar foto yang sangat Instagramable.

Baca Juga: Pecinta Kuliner Wajib Datang! 50+ Hidangan Legendaris Nusantara Hadir di Surabaya

Tak hanya soal pemandangan, fasilitas di Pantai Samboang juga cukup lengkap.

Tersedia area parkir, toilet, penginapan, hingga rumah makan bagi pengunjung yang ingin menginap lebih lama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: kemenpar.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini