Kae Anu membantu Rana Nakes memindahkan air dari danau milk Rana Hembok ke danau lainnya.
Pada akhirnya danau menjadi besar dan Kae Anu menamakannya Danau Rana Mese.
Baca Juga: Kuliner Khas Lasem, Jawa Tengah, Kombinasi Unik Kuliner Rembang dan Tiongkok
Hutan konservasi
Kawasan hutan di sekitar Danau Rana Mese kawasan konservasi yang dilindungi dan dijaga.
Di dalamnya tumbuh beragam flora termasuk pohon-pohon besar yang berfungsi sebgai penyanggah ekosistem.
Misalnya pohon Gir dan pohon Labe. Pohon ini tempat tinggal sejumlah burung-burung khas Flores.
Baca Juga: Way Kambas Punya Sekolah Gajah, dan Kamu Bisa Jadi ‘Murid Tamu’-nya
Tanaman lain yang juga menarik, koleksi anggrek hutannya.
Seperti dendrobium hymenophyllm, vanda limbita, phalidota imbricata dan paphiopedilum schoseri (anggrek kantung semar).
Dibanding pelancong dari daerah lain, Danau Rana Mese lebih sering dikunjungi warga lokal.
Baca Juga: Ingin Menjelajah Laut tapi Tak Bisa Berenang? Cobain Sensasi Sea Walking di Bali!
Fasilitasnya sudah cukup menunjang. Ada tempat untuk bersantai, toilet dan penjual makanan.
Bagi yang inging menginap, di sekitar Danau Rana Mese tersedia penginapan sederhana dengan harga terjangkau.***
Artikel Terkait
Bukan di Luar Negeri, Bukit Warna-Warni Kelabba Madja yang Jadi Destinasi Surga Tersembunyi Ini Ternyata Ada di Pulau Sabu, NTT
Pesona Pantai Batu Nona di Kupang, NTT yang Kerap Dijuluki Pantai Patah Hati
Wisata ke Nuca Molas, Kepingan Surga di NTT yang Dijuluki Jurassic Park-nya Indonesia
Liburan ke Sumba, NTT: 5 Tempat Wisata Paling Recomended untuk Dikunjungi
Pesona Wisata Budaya Kampung Adat Praijing di Sumba Barat, Keindahan Tradisi dan Alam NTT
Menelusuri Misteri Bukit Fatukopa: Tempat Sakral dengan Bentuk Mirip Perahu di NTT